Informan News – Bandung Barat

Salah satu tokoh masyarakat Cipeundey Rawing Suhendi, angkat bicara mengenai kinerja Bupati Bandung Barat, Jeje bersama wakilnya Asep Ismail. Dalam keterangannya, Suhendi menilai bahwa sejak dilantik, kepemimpinan pasangan tersebut belum menunjukkan langkah konkret yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama dalam peningkatan sektor ekonomi dan UMKM.

“Sejak dilantik, belum ada program nyata yang menyentuh masyarakat, khususnya untuk mendongkrak perekonomian UMKM. Padahal, bupati harus peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini, termasuk isu global yang sangat berdampak pada daerah seperti KBB,” ungkap Suhendi.

Suhendi menyoroti situasi pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat yang menurutnya tengah mengalami krisis. Banyak kios yang dijual karena sepinya pembeli. “Harga-harga naik, daya beli masyarakat menurun. Banyak toko tutup, bahkan dijual. Bupati harus turun langsung melihat kondisi ini,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kondisi sarana dan prasarana pendidikan dasar. Menurutnya, Pemkab perlu memeriksa kualitas bangunan sekolah dasar yang ada di KBB. Selain itu, jalan-jalan kabupaten juga perlu diperhatikan sebagai penunjang utama roda ekonomi masyarakat.

Dalam hal komunikasi, Suhendi meminta agar Bupati mempererat koordinasi dengan pemerintahan desa. “Coba lihat perkembangan dana desa, realisasinya bagaimana. Bagaimana perkembangan BUMDes dan program koperasi Merah Putih? Ini harus dipantau,” ujarnya.

Sebagai wilayah agraris, Suhendi menekankan pentingnya perhatian pada sektor pertanian. “Petani sayuran, perikanan, dan lainnya di KBB butuh sentuhan pemerintah. Jangan sampai mereka terabaikan,” tambahnya.

Suhendi juga menyinggung sektor pajak daerah yang banyak bergantung pada industri perhotelan dan kuliner. Ia menilai Bupati sebagai publik figur seharusnya bisa mempromosikan potensi wisata yang ada untuk meningkatkan kunjungan dan pendapatan daerah. “Kalau sektor perhotelan menurun, harus ada solusi. Bupati bisa gunakan pengaruhnya untuk promosi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Suhendi berharap Bupati tidak hanya bekerja secara monoton dan administratif.

“Pemimpin harus peka, komunikatif dengan OPD, masyarakat, dan pelaku usaha. Pemerintah harus hadir memberi solusi bagi semua lapisan, dari usaha kecil hingga industri besar,” tandasnya.

Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *