Informan News.com
Cianjur – Keberadaan Galian C ilegal saat ini marak diwilayah Kecamatan Cilaku, dimana keberadaan Tambang pasir tersebut sangat berdampak negatif bagi lingkungan, selain itu juga tidak jelasnya Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) terhadap wilayah, sementara dampak negatifnya sangat terasa signifikan, terutama kerusakan terhadap jalan lingkungan yang selalu dilalui oleh kendaraan yang bertonase besar, belum lagi kerusakan lingkungan lainnya.
Karena tidak adanya ijin terkait penambangan pasir yang dimiliki oleh pengusaha maka Muspika Kecamatan Cilaku, beserta Aparatur Desa Sindangsari melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan terhadap kegiatan tambang pasir ilegal yang berada di Kampung Pasir Kunci, RT 05 RW 03 dan Kampung Cineungah RT 04 RW 04 Pada Kamis ( 17/04/2025 )

Kegiatan penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Cilaku Denny Widya Lesmana, SSTP, M.Ec.Dev. Bersama Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, juga didampingi Kepala Desa Sindangsari H. Ridwan Wafi serta Pemerintah Desa Sindangsari.
Sementara itu dikutip dari video yang beredar di Facebook, Camat Cilaku mengatakan bahwa penutupan Galian C tersebut, terpaksa dilakukan karena tidak ada ijin yang dimiliki pengusaha.
” Hari ini kami ( Forkopimcam) Cilaku sedang berada disalah satu lokasi galian ilegal kami intruksikan dan kami arahkan, untuk menutup sementara sampai dengan perijinan sesuai dengan perundang-undangan ditempuh terlebih dahulu. Jadi kami harapkan dengan penutupan tambang ilegal ini, kedepan bisa lebih memotivasi para pengusaha untuk tertib administrasi,” ungkap Camat Cilaku dalam video.
Sementara itu menurut Kepala Desa Sindangsari Haji Ridwan Wafi mengungkapkan, bahwa pihak Pemerintah Desa Sindangsari tidak melarang siapapun untuk melakukan usaha diwilayahnya selama sesuai dengan prosedur.
” Pada prinsipnya kami tidak melarang siapapun melakukan usaha diwilayah kami ( Sindangsari) tapi tolong tempuh dulu prosedur legalitasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, selama legalitas ijinnya jelas kita tidak akan mempersulit siapapun.” Ungkap Ridwan Wafi.
Ponk Red
