Cipatat, Bandung barat_informannews.com
Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton di Kp Pareang kolot, Dusun 1 Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, KBB, baru satu bulan di bangun sudah mulai mengalami kerusakan diduga dikerjakan asal jadi.

Parahnya pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp170,239,600 dengan volume panjang 215M, Lebar 2,5M serta Tebal 0,15cm tentu membuat masyarakat kecewa sebab pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu salah satu tujuannya adalah untuk memperlancar akses transportasi masyarakat baru satu bulan saja sudah rusak lagi.

Nampaknya Tim Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) Unit Tipikor harus turun langsung ke Desa Mandalasari untuk mengecek kembali proyek Rabat beton yang dibangun hanya hitungan minggu pun sudah rusak kembali.

Menurut salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, baru hitungan minggu Pekerjaan Rabat beton Sudah banyak yang mengelupas kerikil banyak bermunculan kepermukaan, layaknya wijen onde onde, Serta terlihat di beberapa titik retak dan pecah hingga banyak debu pasir berterbangan jika panas hari, Selasa 20/05/2025

“Kerusakan tersebut pernah di perbaiki lagi sebagian tetapi karena kualitas cor tidak baik yang lainnya pun ikut rusak, di khawatirkan akan semakin parah kedepannya.karena terbukti baru beberapa minggu saja sudah rusak lagi apalagi sudah tahunan,” ucapnya.

Terpisah seorang aktivis Cipatat yang minta identitas nya dirahasiakan pada saat pengerjaan plastik yang dipasang tidak semua cuma di pinggir saja harusnya semua di pasang plastik,” ujarnya.

“Terus itu dari kualitas bahan coran tidak jelek, harusnya pakai K300 atau K250 jika pakai K250 pasti hasilnya bagus kelihatan hijau, itu diduga memakai K175 karena dilihat dari warna putih, jadi walaupun pakai jayamix jika pesanannya K175 pasti jelek, kelihatan di hasilnya putih,” tuturnya.

“Kami berharap untuk kedepannya Pemerintah Desa jika melaksanakan pembangunan Infrastruktur jalan mau rabat beton mau hotmix harus mengedepankan kualitas, jangan asal asalan, asal jadi karena sangat sayang anggaran yang di pakai tidak sedikit, jangan sampai baru satu bulan saja dah rusak kembali, apalagi udah setahun,” tandasnya.

Saat awak media mendatangi Kantor Desa Mandalasari untuk konfirmasi Kepala Desa tidak ada di kantor ada giat di luar menurut bagian pelayanan.

Selanjutnya pihak media minta bertemu Kadus 1 sebagai wakil Pemerintah Desa yang kebetulan proyek jalan tersebut berada di wilayah Kadus 1.

Menurut Kadus 1 saat di tanya pembangunan Rabat beton yang baru satu bulan rusak lagi ia mengatakan.

“Emang betul pengerjaan proyek jalan tersebut belum lama, kurang lebih satu bulan dan pada saat pengerjaan molen datang yang ke tiga saya ada di lokasi, pada saat itu tidak di pasang papan kiri kanan (bagisting) hingga hasilnya tidak bagus,” ucapnya.

“Itu yang bekerjanya kurang baik, jadi bingung kita mau ngomong ngingetin tapi takut yang kerja tidak menerima, takutnya ada yang bilang banyak ngomong, apa lah,” tuturnya.

Saat ditanya berapa jumlah anggaran dan dari mana sumber anggarannya ia mengatakan.

“Untuk jumlah anggaran itu sekitar seratus juta lebih dengan sumber anggaran dari Dana Desa untuk lebih jelasnya ke Pak Kades saja nanti kita sampaikan,” tandasnya.

Selanjutnya awak media meminta No kontak Kepala Desa tetapi menurutnya Pak Kades itu ganti ganti no terus tidak punya, hingga ahirnya kami memberikan no WhatsApp kepada Kadus 1 berharap Kepala Desa Mandalasari agar ada niat baik menghubungi awak media tetapi sampai berita di muat tidak ada niat baik dari Kepala Desa Mandalasari.

Reporter: Asep yana.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *