BANDUNG BARAT . INFORMAN
Acara sosial yang diselenggarakan oleh SMAN CILILIN Kabupaten Bandung Barat Propinsi Jawa Barat menuai pro-kontra pasalnya salah satu Guru sekaligus Humas sekolah tersebut arogansi dan diduga lecehkan Wartawan yang meliput.selasa 20/5
Menurut Dadan dari salah satu media online mengatakan seharusnya Guru yang bernama Agus Muhrom jangan bersikap Arogan berkoar koar di depan pejabat ,Guru dan masyarakat bahwa Wartawan peliput kegiatan Sosial seolah olah meminta sejumlah uang ujarnya
Masih menurut Dadan kami merasa dilecehkan oleh Agus Muhrom padahal beliau itu seorang guru senior yang tahu tentang saling menghargai dan kami pun dalam peliputan tidak meminta uang sepeserpun masalah ini akan kami laporkan ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.ujarnya
Ditempat yang sama ute salah satu wartawan media online juga mengatakan kejadian tadi kami menulis daftar hadir wartawan yang meliput .dan jumlahnya kalau gak salah ada 14 orang.
Daftar hadir Wartawan tersebut kami berikan kepada kepada kepala sekolah Aep Saepudin,tak lama kemudian datang Agus Muhrom dengan nada tinggi berkoar koar mengatakan bahwa “wartawan itu memeras dan ini pungli” padahal kami tidak pernah meminta apapun kami hanya memberikan daftar hadir yang meliput ujarnya
Menurut Rahmat Hidayat pemerhati pendidikan mengatakan seharusnya pihak sekolah’ apalagi guru jangan berkata seperti itu. Guru itu kan pendidik harus tahu tata Krama dan saling menghargai.
Masalah Guru SMAN CILILIN yang menyuruh siswanya menggambar alat kelamin belum reda sudah muncul lagi masalah batu.
Masalah ini jangan dibiarkan begitu saja dan harus ada pelajaran bagi guru tersebut,para kuli tinta harus melaporkan masalah ini ke Gubernur Jawa Barat supaya di proses dan diberi sangsi sesuai UU ASN, selain itu Wartawan dilindungi oleh UU No 40 tahun 1999
.Diakhir pembicaraan Dadan mengatakan kami sudah sepakat bersama rekan wartawan lain akan terus memproses masalah ini jangan sampai kejadian ini menimpa rekan kita yang lain.ujarnya
( Tim)
