KBB- Informannews || Rentetan Kecelakaan Kendaraan di Jalan Saguling, Desa Cipangeran, Kecamatan Saguling terus terjadi beberapa waktu terakhir ini, setelah bulan lalu sebuah Mobil Colt Diesel terperosok, kini dilokasi yang sama terjadi lagi Sebuah Colt Diesel yang membawa muatan bata ringan terbalik. Pada Selasa ( 15/07/2025 ).
Kendaraan Pickup berjenis Engkel tersebut melaju dari arah Padalarang menuju Kewilayahan Cipongkor, dengan bermuatan bata ringan, namun naas ketika di tanjakan Kampung Cibeunying RT 0, RW 05 Desa Cipangeran, Kecamatan Saguling Mobil terbalik karena tidak kuat dengan medan tanjakan yang ekstrim, serta badan jalan yang kecil.
Menurut Kepala Desa Cipangeran. Ahmad Alamsyah mengungkapkan, Mobil dengan nomor polisi T 8011 AM terbalik karena ban sebelah kiri turun ke bahu jalan, yang disebabkan badan jalan yang kecil, sementara dari arah berlawanan Muncul Sepeda Motor.

” Kalau Impormasi yang saya terima mobil tersebut ban sebelahnya turun ke bahu jalan, karena berpapasan dengan Sepeda Motor. mungkin karena jalan tersebut kecil dan bahu jalannya berupa tanah jadi licin, ditambah situasi masih pagi, embun di rumput belum kering, akhirnya mobil tidak kuat melewati, serta sopir tidak bisa mengendalikan karena situasi mobil berat membawa barang.” Ungkapnya.
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, bahwa dilokasi tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan seperti itu.
” Disini itu sudah langganan kejadian seperti itu, belum lama juga pernah kendaraan Colt Diesel yang terperosok karena jalan sempit, namun waktu itu beruntung tidak sampai terbalik karena Mobilnya kosong tidak sedang mengangkut barang.”tuturnya.
Sementara itu salah satu warga yang bernama Deden (60) sedang berada dilokasi mengatakan, bahwa jalan Kabupaten yang berada di Kecamatan Saguling perlu segera ada tindakan dari pemerintah untuk diperlebar, karena jalan diwilayah tersebut turunan dan tanjakannya sangat ekstrim.
” Saya berharap kepada Pihak Pemerintah agar segera memperhatikan untuk pelebaran jalan Saguling terutama yang dari Desa Cipangeran samapai ke Desa jati, kasihan para pengendara khususnya mobil yang mengangkut barang harus mengalami kecelakaan disebabkan karena tanjakan yang curam diperparah kondisi jalannya kecil, terutama sopir yang belum paham Medan jalan, ketika mereka berpapasan ditanjakan itu jadi tidak bisa mengendalikan kendaraannya.” Imbuh warga.
Tim Liputan IN
