Bandung barat_Informannews.com
Sangat prihatin saat ini di Wilayah Kabupaten Bandung barat lagi berduka, bukan hanya longsor di Pasir kuning, Desa Pasirlangu saja yang viral, saat bersamaan longsor juga terjadi di RT 03 RW 06, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung barat, (KBB).

Bencana tanah longsor terjadi di kawasan tebing sekitar Curug Cimahi yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga RT 03. Longsoran terjadi secara tiba-tiba dengan material tanah dan batuan yang cukup besar pada pukul 22,00 WIB sabtu 24/01/2026.

Saat di temui awak media Senin 26/01/2026, Kepala Dusun 2 wilayah RW 06 (Tatang taufik yusuf) mengatakan kejadian longsor di RW 06 berbarengan dengan musibah di Desa Pasirlangu.

“Jadi hasil peninjauan kita sudah di lakukan beberapa hari yang lalu berbarengan dengan kejadiannya musibah di Desa Pasirlangu pada saat itu juga terjadi bencana longsor di wilayah Desa kertawangi di RT03 RW06 Dusun 2,” tuturnya.

“Karena memang intensitas hujan yang cukup lama pada akhirnya konstruksi tanah di kami itu gembur tidak kuat menahan banyaknya air hujan dan akhirnya ada longsoran dan berdampak pada rumah warga dan terjadi retak-retak dan di prediksi rumah-rumah tersebut tidak layak huni,” ujarnya.

Bencana ini telah mengakibatkan dampak yang sangat serius bagi rumah-rumah warga di RT 03 dan berjumlah 21 Kepala keluarga.

“Sejumlah rumah yang terletak di zona terdampak mengalami kerusakan parah dan dalam kondisi menggantung/tidak stabil, sehingga tidak layak dan berbahaya untuk dihuni berjumlah 21 (Dua Puluh Satu) Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung dan kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari Pemerintahan Desa Tatang pun berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah pusat juga Daerah.

“Harapan kami sebagai bagian dari pemerintahan Desa, kami berharap ada perhatian dari Pemerintah pusat khususnya juga dari Pemerintahan Kabupaten Bandung barat bagaimana untuk memberikan solusi penyelesaian masalah ini juga mengantisipasi permasalahan warga yang terdampak,” ucapnya.

“Karena saya pikir kalau kita tidak saling bantu sangat sulit untuk bisa di selesaikan karena medannya yang longsor itu sangat ekstrim dan prediksi kedalaman tebing itu sekitar 100 meter lebih ke bawah dan untuk penanggulangannya kita sangat bingung harus seperti apa,” tuturnya.

Untuk semua warga masyarakat di himbau untuk berhati-hati memposisikan diri dan keluarga untuk sedemikian rupa menghindari terjadinya musibah – musibah yang tidak kita inginkan,” pungkasnya

Berikut Data Warga yang sudah Dievakuasi: Sebanyak 64 (Enam Puluh Empat) Jiwa terpaksa harus dievakuasi dari lokasi bencana untuk menyelamatkan jiwa. Rincian korban yang dievakuasi adalah:
· 32 (Tiga Puluh Dua) Orang Dewasa
· 15 (Lima Belas) Anak-anak
· 3 (Tiga) Balita
· 14 (Empat Belas) Orang Lanjut Usia (Lansia).

Saat ini kondisi berada dalam status darurat tinggi. Warga yang dievakuasi saat ini mengungsi di [sebutkan lokasi pengungsian sementara, misal: balai warga, rumah kerabat, atau tanah lapang]. Mereka kehilangan harta benda dan akses terhadap tempat tinggal yang aman.

jurnalis: AC-DS

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *