KBB- Informannews|| Ketua Yayasan Bentang Alam Indonesia, Ahmad Sastra Prayuanada bersama direktur CV. Three Diamonds, Muhammad Taufik Al Gandhi bersilarurahmi dengan Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Senin( 22/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut ketiga pihak atau lembaga ini membahas beberapa hal. disamping dalam rangka mensukseskan kegiatan milangkala desa sukajaya yang ke 41, para pihak juga membahas rencana program kedepan untuk ikut berperan aktif mendukung program pemerintah pada sektor pertanian atau ketahanan pangan. Karena desa sukajaya masih memiliki potensi besar untuk sektor real pertanian.
Asep jembar Rahmat selaku kepala desa sukajaya mengatakan, kendala petani didesanya sangat membutuhkan pendampingan yang maksimal dalam hal tekhnis pertanian dan juga untuk permasalahan market atau pemasaran hasil produk pertanian.
Pihaknya siap bekerjasama atau berkolaborasi dengan pihak yayasan bentang alam indonesia untuk membangun desanya khususnya pada sektor real pertanian.
Sementara Muhammad Taufik Al Ghandhi atau akrab disapa kang Algha mengatakan, pihaknya selaku perusahaan yang bergerak pada bidang produsen pupuk organik cair (POC). yang bekerjasama dengan yayasan bentang alam indonesia untuk menyelenggarakan sebuah program petani tangguh, dan akan mensupport program tersebut yang bertujuan agar petani dapat mandiri serta dapat meningkatkan hasil produksi pertaniannya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani di bandung barat khususnya serta diwilayah provinsi jawa barat pada umumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Sastra Prayuanada selaku ketua yayasan bentang alam indonesia yang juga sebagai ketua dewan pimpinan daerah badan Advokasi Invetigasi Hak Asasi Manusia (DPD BAIN HAM RI) kabupaten bandung barat memaparkan bahwa pihaknya menggagas sebuah program petani tangguh, dimana program tersebut bertujuan untuk memberdayakan para petani, baik perorangan maupun yang tergabung dalam kelompok tani ataupun gapoktan. pihaknya berjanji akan memberikan pendampingan kepada petani baik itu terkait tekhnis dilapangan maupun terkait kebijakan pemerintah kabupaten bandung barat.
Dirinya akan berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) kabupaten bandung barat, agar dapat mengoptimalkan pendampingan oleh para penyuluh dibandung barat supaya petani dapat mumpuni dalam keilmuan pertanian, karena ini sangat fundamental dan petani sebagai ujung tombak suksesnya program tersebut.
Disamping itu juga pertanian menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah pusat. Berkenaan dengan hal tersebut pemerintah kabupaten bandung barat harus benar-benar optimal dalam mengimplementasikan regulasi terkait program ketahanan pangan, seperti contohnya pengimplementasian permendes nomor : 2 tahun 2024 yang menetapkan fokus penggunaan dana desa, dimana secara jelas diatur ketahanan pangan yang harus dialokasikan minimal 20% dari nilai dana desa, yang kemudian kebijakan tersebut diatur lebih lanjut dalam kepmendes nomor : 3 tahun 2025 tentang penggunaannya serta pentingnya pemberdayaan masyarakat dan pelibatan badan usaha milik desa (BUMdes).
Ahmad menegaskan dalam hal ini diperlukan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan dan juga pengawasannya, termasuk pihak-pihak independen seperti LSM, Pers/media, akademisi dan lembaga-lembaga independent lainnya yang bertujuan agar program tersebut dapat berjalan secara optimal sesuai dengan kebijakan dan harapan pemerintah pusat.”Pungkasnya.
Redaksi IN
