KBB- Informannews|| Yayasan Cita Amanat Martadiredja sering adakan kegiatan Pelayanan Gizi Sehat bagi anak-anak dan lansia di wilayah sekitar desa singa jaya kecamatan Cihampelas ,Rabu (4/12/2025). Program ini bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Kegiatan yang berlangsung di aula yayasan tersebut meliputi pemeriksaan status gizi, konsultasi dengan ahli gizi, pembagian makanan sehat, serta edukasi mengenai pola makan seimbang. Lebih dari 3ribu siswa/ siswi dan lansia mendapatkan layanan makan gizi gratis.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak dan lansia tetap memiliki asupan gizi yang baik. Program ini adalah bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar pengelola mbg H.Dedi dalam wawancaranya sat di temui awak media di dapur MBG Singajaya .
Salah satu peserta, Ibu idah (49), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Saya jadi tahu pola makan anak saya kurang tepat. Setelah konsultasi, saya diberi panduan menu harian yang lebih sehat,” ungkapnya.
Yayasan berencana menjadikan pelayanan gizi ini sebagai program rutin. Selain itu, mereka juga akan bekerja sama dengan PBNU setempat untuk memperluas jangkauan layanan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang semakin meningkat, serta mampu menekan angka masalah gizi di lingkungan sekitar sabung .H Dedi
Yayasan Cita Amanat Martadiredja sebelum ada dapur MBG kami sudah melakukan Jumat berkah tida kurang dari 1 ribu penerima manfaat supaya mereka tau, dan ada juga program anyangan seribu mesjid, lalu ada juga renovasi mushola dan mesjid yang sudah tidak layak.
lalu ada juga program nyaah KA indung dan programnya kecamatan ya kami saling mendukung dan disalurkan pihak kecamatan pada manula dan lansia setiap bulan yang sangat membutuhkan, nah mengenai dapur mbg ini melalui sarat dengan personal dan didapur ini 90% hampir semua warga sekitar dan adanya mbg dapat terasa mampat nya oleh warga sekitar.
Saat ditanya awak media apakah ada komplen dari warga sekitar terutama masalah terkait Ipal? Pihak yayasan menerangkan bahwa sudah memenuhi Standarisasi, itu sudah menjadi konsen pihak yayasan dan ketika ada dapur itu harus betul betul memenuhi setandar yang dipinta oleh badan gizi Nasional, relawan kita pun sekarang ada 40 relawan yang sudah didaftarkan BPJS ketenagakerjaan saat ini masih mengunakan BPJS individu.
Masalah kesehatan bagi karyawan disini saya selalu berikan suplmen untuk menjaga kesehatan karyawan setiap semingu sekali saya beri suplmen dan multi vitamin untuk menjaga stamina pada tubuh mereka.
Selama empat bulan kami buka MBG dari pihak waga gak pernah ada yang komplen, ketika ada klb dari kabupaten bandung barat kita langsung cepat tanggap dan kita undang semua perwakilan orang tua sebagai penerima mampat supaya tau bahwa dapur yang memberi makan bergizi gratis ini dan kita selalu perkuentif.
Dan pihak pengelola MBG pun sudah menempuh persyaratan kebetulan dapur singa jaya ini menjadi dapur percontohan kabupaten bandung barat karna kami penerima SLHS pertama bahkan kami sudah bersertifikat, juga kitapun tau untuk mendapatkan sertifikat Lik higienis dan sanitasi ini itu gak mudah, dari mulai IPAL peralatan dan sebagainya dan kami sudah terima SLHS, kamipun sudah terima dan terbitnya awal November ketika itu kalo diminta kami siapkan.
Harapan kami seperti tujuan yayasan awal kami ingin memberikan kontribusi dengan program makan gizi gratis ini program Mulya dari Bapak Persiden Prabowo untuk menjelang tahun emas di 2045.”pungkasnya. (Isak)
