Cisaat, Sukabumi Informannews.com
Warga Kampung Cisereuh, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi memperbaiki jalan rusak secara swadaya, aksi itu dilakukan lantaran kerusakan jalan tak kunjung mendapat perbaikan dari Pemerintah, padahal akses jalan tersebut menuju TPU (tempat Pemakaman Umum) sehingga Masyarakat memutuskan untuk swadaya gotong royong.

Biaya perbaikan bersumber dari sumbangan warga serta Donatur, pembuatan jalan ke tpu dengan panjang 150m x 120cm dan sudah hampir beres sekitar 90 % dan sudah menghabiskan Anggaran RP 25,000,000.

Menurut keterangan warga saudara Hendar Suhendar Masyarkat Kp Cisereuh RT 48 RW 20 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi Rabu 18 Juni 2025.

“Alhamdulillah fasilitas jalan tersebut sudah lama di harapkan oleh Masyarakat Kp Cisereuh, baru sekarang bisa diwujudkan hasil dari swadaya masyarakat serta donatur dari luar Kapung Cisereuh

“Saya secara pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada warga Masyarakat Ciseureuh yang begitu antusias dalam melaksanakan perbaikan pembangunan jalan, sekalipun saya pribadi sangat menyayangkan dengan ketidak hadiran Kepala Desa Sukaresmi dari mulai pengerjaan sampai jalan tersebut mau rampung,” ujarnya.

Di tempat terpisah ketua RT 48 Risman firmasnyah turut mengucapkan rasa terimakasih kepada warga masyarakat yang sudah memberikan bantuan berupa materi tenaga pikiran sehingga terwujudnya jalan ke TPU.

“Yang mana pembangunan jalan tersebut hampir menghabiskan dana sebesar 25 juta sementara dana yang terkumpul itu di panitia waktu itu hanya ada 4.000,000..rupiah tahap awal pengerjaan untuk membuat pondasi jalan tersebut, berkat kerja keras panitia dan Masyarkat sehingga bisa tercapai sampai beres.

Terpisah Ade Nasihin selaku putra Daerah asli Kampung Cisereuh Desa Sukaresmi Cisaat juga memberikan apresiasi atas pencapaian pembangunan jalan tersebut.

Saya sangat mendukung dengan aksi Gotong royong warga masyarkat kp Ciseureuh yang mana budaya tersebut sudah hampir punah, dengan adanya gotong royong semua akan menjadi ringan,” ujarnya.

Masih kata saudara Ade sikap Gotong royong dilakukan sebagai salah satu wujud dari kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan dalam Masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Ini juga merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia,” tuturnya.

“Selain itu, gotong royong mencerminkan perilaku prososial dan merupakan bentuk partisipasi aktif Masyarakat dalam pembangunan,” tandasnya.

Masih Kata saudara Ade sangat kecewa kepada Kepala Desa Sukaresmi yang mana saat pembangunan berjalan tidak ada hadir di tengah Masyarakat saat memperbaiki jalan.

“Saya sendiri sangat menyayangkan sikap Kepala desa yang seolah tidak respon dengan kegiatan tersebut dengan tidak hadirnya dari mulai awal sampai mau beres, padahal saya sendiri juga dari Bandung menyisihkan waktu untuk ikut serta memberikan dorongan motivasi kepada warga Kp ciaereuh tempat kelahiran saya sendri,” ungkapnya.

Seharusnya beliau selaku pemimpin harus memberikan motivasi dan mencotohkan bagaimana sipat Gotong royong itu harus menjadi budaya di Desa Sukaresmi, apalagi terkait jalan tersebut dulu sebelum dia menjadi Kepala Desa ada janji Politik dia, akan membangun jalan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: AC, DS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *