Bandung Barat – Informannews.com

Ketenteraman malam di Kampung Kiara Payung, RT 04 RW 03, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), seketika sirna oleh jilatan api yang meluluhlantakkan sebuah warung lotek sekaligus pom mini.

Insiden mengerikan ini terjadi pada Jumat malam, 3 Oktober 2025, sekitar pukul 19.30 WIB, tepat di seberang Gerbang 2 Kantor Pemda KBB, memicu kepanikan massal di kalangan warga.

Langit malam pekat dihiasi kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi, diiringi suara letupan-letupan yang memekakkan telinga dari dalam warung.

Pemandangan mencekam itu membuat sebagian warga berlarian mencari perlindungan, sementara yang lain bergegas mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, berpacu melawan waktu sebelum amukan si jago merah meluas.

Dugaan awal mengarah pada sebuah mobil sedan putih Daihatsu Charade bernomor polisi D 1667 LL. Kendaraan tersebut, yang diduga membawa jeriken berisi bensin, disebut-sebut menjadi pemicu awal bencana.

“Menurut cerita warga, mobil itu membawa bensin dalam jerigen. Saat mengisi ke pom mini, tiba-tiba saja api menyambar. Penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan, ada yang menduga dari arus listrik, ada juga yang bilang akibat puntung rokok,” terang Heri Ebo, seorang tokoh pemuda Desa Mekarsari, yang berada di lokasi kejadian.

Akibat kebakaran hebat ini, pemilik pom mini berinisial ‘Y’ menderita luka bakar serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

“Ya, ada satu korban luka bakar yang sudah dibawa ke rumah sakit. Kondisinya cukup parah,” tambah Heri, mengonfirmasi kondisi korban.

Tak lama berselang, sekitar empat hingga lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) KBB, didukung mobil tangki air, tiba di lokasi.

Petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang terus membesar, dibantu oleh aparat Polsek Padalarang, petugas PLN, serta warga sekitar yang bahu-membahu.

“Alhamdulillah petugas Damkar KBB, Polsek Padalarang, PLN, dan warga cepat merespons. Berkat kerja sama semua pihak, api bisa ditangani walau cukup sulit karena kobaran apinya besar,” ujar Heri.

Hingga pukul 20.42 WIB, setelah hampir satu jam perjuangan, petugas berhasil menguasai api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Kerugian material akibat insiden ini belum dapat ditaksir secara resmi. Warga berharap musibah serupa tidak terulang, mengingat lokasi kejadian merupakan area yang padat aktivitas masyarakat.****

Redaksi IN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *