Bandung barat, Informannews.com
Terkait klarifikasi Kepala Desa Gadobangkong yang yang awalnya di beritakan dugaan tumpang tindih anggaran dan Kepala Desa Gadobangkong mengatakan terkait bibit anggur yang 400.

“Dan itu terkait bibit anggur yang 400 itu bukan termasuk program ketahanan pangan, tapi itu yang mengambilnya Sekdes yang sebelumnya yaitu saudara (Rusli M Ismail) dalam hal ini saya sebagai kepala desa tidak tahu menau”

Mantan Sekdes Gadobangkong (Rusli M Ismail) angkat bicara mengklarifikasi kembali pada awak media Informannews Senin 27 Oktober 2025.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas waktu untuk saya untuk hak jawab terkait klarifikasi pada program budidaya anggur yang di sebutkan Pak Kades, bahwa saya yang menerima 400 bibit anggur,” ujarnya.

“Untuk bibit anggur yang disebutkan yang jumlahnya 400 pohon itu yang di ambil oleh saya, itu adalah murni sumbangan secara pribadi bukan ke desa dan itu terjadi tahun 2022 sebelum adanya program ketahanan pangan bergulir sekarang tahun 2024, dan itu gak ada hubungan dengan program apapun, karena itu adalah murni antar komunitas pecinta tanaman anggur saja,” tuturnya.

Masih kata Rusli, “Adapun pak kades Gadobangkong gak tahu menahu, memang Iyah pa kades Gadobangkong gak akan tahu karena gak ada hubungannya dengan desa itu mah, itu mah hanya antar komunitas pecinta tanaman anggur saja,” ungkapnya.

“Adapun program ketahanan pangan pada budidaya anggur tahun anggaran 2024 di desa Gadobangkong, saya gak terlibat karena tidak dilibatkan dari awal perencanaan hingga pelaksanaan, itu diluar tupoksi saya dan diluar wewenang saya tentunya,” tuturnya.

Masih kata mantan Sekdes Gadobangkong sekali lagi beliau menjelaskan terkait bibit anggur yang 400 tidak ada hubungannya dengan anggaran desa dan menurutnya ia sudah membayarnya.

“Dan untuk bibit anggur yang 400 pohon itu yang disumbangkan secara pribadi itu terjadi tahun 2022 sedangkan program ketahanan pangan tahun anggaran 2024, itu tidak saling berkaitan dan tidak saling berhubungan, dan untuk bibit yang disumbangkan itu, saya pun membayar sebagian bibit anggur nya dari komunitas pecinta tanaman anggur, karena pada dasarnya itu adalah sumbangan murni diantara komunitas pecinta tanaman anggur,” pungkas Rusli.

Jurnalis: Asep Cayana

By Iponk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *