KBB- InformanNews|| Kepala Desa Girimukti, encep,Komarudin memberikan klarifikasi terkait beredarnya vidio di media sosial yang menuding adanya dugaan tindakan asusila yang dikaitkan dengan dirinya di mensos.

Iya menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan merupakan vidio yang beredar di medsos itu menyesatkan.
Dalam pernyataannya, disat jumpa pers kades Encep menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan penyebaran vidio yang belum jelas kebenarannya, dan dapat merugikan nama baik pribadi maupun pemerintahan desa. Iya juga meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan vidio khususnya yang berasal dari sumber tidak resmi. Rabu (24/12/205)

“Saya tegaskan bahwa vidio yang beredar itu tidak benar. Saya siap memberikan klarifikasi laporan kepada pihak berwenang jika diperlukan,” ujar Encep saat di gelar jumpa pers di kantor Desa Girimukti.

Pemerintah Desa Girimukti mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi dan tetap menjaga kondusivitas lingkungan desa. Warga juga diharapkan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta mengonfirmasi informasi kepada sumber yang terpercaya.”ujaryna.

Hingga saat ini, pihak desa fokus menjalankan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik.

Masih ucap kades ” Kami sekarang sudah tahu orang yang mengeditnya prihal vidio yang menyangkut diri saya sedangkan pelaku pembuat video udah mengaku dan pihak penyebar inisal E pun sudah mengaku. mau apa lagi dan saya juga dulu sebagai aliansi dikala membuat sesuatu ? mana yang benar mana yang salah.

Menurut keterangan kades. Yang inisial A mengaku bahwa saya yang mengedit saya yang menyebar dan udah dua kali dia. di pinta keterangan sama pihak Kapolsek, baru si A ngaku dan saya tanya tujuannya apa, dan mau apa pada inisial A tersebut, itu kades berkata udah ada keterangan di pihak Kapolsek yang lebih jelas nya.” ungkap si A kepada kades.

Dan saat di wawancara kades tidak menerangkan siapa si A dan si B karna saya tidak pernah melaporkan ke pihak berwenang, yang melaporkan ke pihak APH adalah seorang perempuan yang menjadi korban tersebut atas arahan dari Kapolsek.

Dan menurut keterangan kades pelapor itu atas nama inisial RI, sama pihak polsek diarahkan ke polres pelaporannya di karenakan yang paling berwenang yaitu Polres. “ucap kades.

Kami sadar mau gimanapun itu tetep warga kami dan sayapun sudah tahu bahwa orang inisial A tersebut mau menghancurkan saya ujar nya karna dia ingin nyalon kepala desa.

Mau gimana atau seperti apa silahkan secara kasarnya mau main” perempuan diluar seperti apapun, saya nga perlu main- main dengan ? “ujar kades.

Harapan kades kedepan yang pertama, orang yang menyebar video editan tersebut sudah datang ke kami, di bawa menghadap ke kami oleh ketua BPD, dan yang menyebarkan video tersebut adalah angota BPD dia meminta maaf ke kami dan tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan diapun sudah mengaku bersalah.

Iya membuat pernyataan di atas materi dan di ketahui oleh ketua BPD, itu udah selsai cuma yang pelaku pengedit dan penyebar video itu untuk sementara sama kami belum ketemu, cuman waktu pemeriksan ya ke satu, waktu pengakuan nya di depan pak Kanit dan Kapolsek cuma menerima Photo dan saya tida mengedit video hasil editan itu.

Dalam pemeriksan ke dua, dia mengaku yang mengedit dan saya sebar dalam hal ini ada dua keterangan satu A dan B dikarenakan dia masih warga saya dan saya masih menunggu dia datang ke kami, ada niat baik atau tidak kalau dia tidak ada niat baik, kami akan bertidak secara prosedur atau jalur aturan hukum.” Ungkapnya. ( Isak )

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *