SUKABUMI – InformanNews.com|| Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kota Sukabumi terus digalakkan melalui aksi nyata di lapangan. Hari ini Jum’at – 22 – Mei -2026, dilakukan penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Jalan Veteran yang dirangkaikan langsung dengan sosialisasi intensif mengenai pengelolaan sampah secara mandiri kepada masyarakat setempat.
Kegiatan krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama Ibu Wakil Wali kota sekaligus Ketua Restoe Boemi, Kia Florita. Kehadiran jajaran pemerintahan mulai dari Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi beserta jajaran, anggota Dewan Komisi III DPRD Kota Sukabumi, hingga beberapa Camat, Lurah, serta pengurus RT dan RW setempat, menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir bersama masyarakat lokal.
Di sela-sela sambutan, Wakil Wali kota Sukabumi Bobby Maulana menyampaikan bahwa penutupan TPS Jalan Veteran ini bukan tanpa sebab. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi Kementerian Lingkungan Hidup yang mewajibkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia untuk ditutup bulan Agustus mendatang.
Menurut Wakil Wali kota Sukabumi Bobby Maulana, penutupan TPS di berbagai titik saat ini merupakan langkah percepatan agar ketika saatnya TPA benar-benar ditutup nanti, masyarakat sudah terbiasa dan mampu memilah sampah secara mandiri dari rumah masing-masing. Sementara pemerintah daerah terus mencari solusi di sektor hilir, penanganan di sektor hulu menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan.
Beriringan dengan langkah pemerintah tersebut, Syahrul Arifin selaku Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) yang juga merupakan bagian dari Tim Restoe Boemi. Membersamai dan mendukung pemerintah serta berkontribusi dengan memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai tata cara pengelolaan sampah berbasis lingkungan agar masyarakat tidak kebingungan saat perubahan sistem ini berjalan.
Pemerintah Kota Sukabumi bersama Restoe Boemi dan berbagai komunitas lingkungan kini fokus bersinergi menyelesaikan permasalahan sampah langsung di hulunya.
“Penutupan TPS ini adalah momentum transisi yang penting. Tugas kita bersama di hulu—yaitu di lingkungan rumah tangga—adalah memastikan sampah ditekan dan dikelola sejak dari sumbernya. Edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri menjadi kunci utama agar program ini berhasil diterapkan di masyarakat,” ujar Syahrul Arifin.
Melalui sinergi pentahelix yang menyentuh hingga tingkat RT dan RW ini, diharapkan kesadaran warga Kota Sukabumi dapat meningkat pesat.
Dengan mulai memilah sampah dari sekarang, masyarakat tidak hanya membantu menyukseskan program nasional, tetapi juga menciptakan lingkungan Kota Sukabumi yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan, selain itu Yayasan Bentang alam Indonesia (YBAI) sangat mendukung kegiatan” Fositif di masyarakat terutama yang menyentuh permasalahan lingkungan, yang diharapkan kehadiran YBAI di Kota Sukabumi yang diwakili oleh Kang syahrul Arifin, menjadi langkah nyata bahwa YBAI selalu mendukung program” Positif dari seluruh stakeholder.
Ahmad Sastra




