Berita Utama Daerah

YBAI Mendukung Pilot Project TUMBUH, Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Bogor- InformanNews|| Siti Silva Nurzihan Hadirkan Pilot Project “TUMBUH” untuk Mendorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk yang besar sehingga menghasilkan volume sampah rumah tangga yang tinggi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, pada tahun 2025 Kabupaten Bogor menghasilkan sekitar 1.037.020 ton sampah per tahun. Namun, sampah yang berhasil dikelola baru mencapai sekitar 32,85%, sehingga masih diperlukan upaya nyata untuk meningkatkan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Siti Silva Nurzihan (18 tahun), siswi kelas XIl SMKS 1 Dasa Semesta Kota Bogor, yang juga merupakan Finalis Duta Lingkungan Jawa Barat 2026 serta bagian dari Youth Break the Boundaries Indonesia (YBAI), menginisiasi sebuah pilot project bertajuk TUMBUH (Transformasi untuk Masyarakat Berkelanjutan, Unggul, dan Hijau).

Pilot project TUMBUH merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, penghijauan, dan penerapan ekonomi sirkular sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, pemanfaatan sampah plastik menjadi pot tanaman, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, Gerakan Satu Rumah Satu Tanaman, serta pengumpulan minyak jelantah melalui kemitraan dengan GREENIA sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi nyata perannya sebagai Finalis Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Siti memilih Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sebagai lokasi awal pelaksanaan program. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada komitmennya untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat, sekaligus menjadikan Desa Tanjungsari sebagai desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan Pilot Project TUMBUH direncanakan melibatkan kolaborasi dengan Pemerintah Desa Tanjungsari, RT/RW, Kecamatan Cijeruk, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, PKK, Karang Taruna, GREENIA, serta seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, program ini diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sesuai dengan arah pembangunan lingkungan hidup di Kabupaten Bogor.

Mengusung semangat “Memulai Perubahan dari Rumah untuk Masa Depan yang Lebih Hijau”, Pilot Project TUMBUH diharapkan tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga menjadi model inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang bersih, .

Siti Silva Nurzihan Hadirkan Pilot Project “TUMBUH” sebagai Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan di Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Jawa Barat yang menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, pada tahun 2025 Kabupaten Bogor menghasilkan sekitar 1.037.020 ton sampah per tahun. Namun, tingkat pengelolaan sampah masih belum optimal sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya melalui edukasi, perubahan perilaku, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Siti Silva Nurzihan, yang akrab disapa Silva, seorang siswi kelas XI SMKS 1 Dasa Semesta Kota Bogor, berusia 18 tahun, serta merupakan Finalis Duta Lingkungan Jawa Barat 2026 dan bagian dari Yayasan Bentang Alam indonesia (YBAI), menginisiasi sebuah inovasi lingkungan melalui Pilot Project TUMBUH (Transformasi untuk Masyarakat Berkelanjutan, Unggul, dan Hijau).

Pilot Project TUMBUH merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, penghijauan, dan penerapan ekonomi sirkular sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan di tingkat rumah tangga. Program ini mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 sejak dari sumbernya, mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, memanfaatkan botol plastik, galon, dan kaleng bekas menjadi pot tanaman, melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Tanaman, serta mengumpulkan minyak jelantah melalui kemitraan dengan GREENIA sehingga limbah rumah tangga dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi.

Sebagai bentuk implementasi nyata perannya sebagai Finalis Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Silva memilih Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sebagai lokasi awal pelaksanaan program. Pemilihan lokasi tersebut merupakan wujud komitmennya untuk memulai perubahan dari lingkungan tempat ia tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat. Melalui pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, Silva berharap Desa Tanjungsari dapat menjadi desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Bogor.

Pilot Project TUMBUH dirancang untuk dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Tanjungsari, RT/RW, Kecamatan Cijeruk, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, PKK, Karang Taruna, GREENIA, serta seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem kolaboratif dalam pengelolaan lingkungan, memperkuat budaya gotong royong, serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Silva meyakini bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya melalui kampanye, tetapi harus dibangun melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Melalui Pilot Project TUMBUH, ia ingin menghadirkan sebuah gerakan yang tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pilot project TUMBUH, merupakan komitmen dirinya sebagai bagian dari YBAI dan Finalis Duta Lingkungan Jabar, Silva mengatakan “Saya percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Melalui Pilot Project TUMBUH, saya ingin mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari rumah dan dari desa tempat kita tinggal. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap Desa Tanjungsari dapat menjadi awal lahirnya gerakan lingkungan yang mampu menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Bogor, sehingga tercipta masyarakat yang lebih peduli, lingkungan yang lebih hijau, serta masa depan yang lebih berkelanjutan”.

Mendukung upaya Silva dalam mewujudkan programnya di wilayah Kabupaten Bogor, Ahmad Sastra selaku Ketua Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) menegaskan, upaya anggotanya ini merupakan sebuah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan yang patut diapresiasi oleh kita semua, khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor agar memberikan dukungan dalam bentuk apapun terhadap upaya yang dilakukan Silva, karena perubahan dapat terwujud bukan hanya melalui hal besar, tetapi langkah kecilpun dapat berdampak untuk masyarakatt dan lingkungan. “Saya berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung karya anak bangsa seperti ini, karena sebuah perubahan tidak selalu diwujudkan oleh hal besar, semoga gerakan ini merupakan obor perubahan untuk wilayah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”. Tutupnya. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *