Bandung Barat- InformanNews|Suasana penuh kebersamaan dan semangat menjaga kesehatan tampak menyelimuti Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, ribuan warga tumpah ruah mengikuti puncak peringatan hari jadi atau Milangkala ke-176 Desa Cigugur Girang.
Puncak perayaan Milangkala tahun ini dikemas secara menarik dengan memadukan kebugaran jasmani, perayaan tradisi, serta kepedulian ekologis. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan agenda jalan santai bersama menyusuri keindahan alam desa yang diikuti antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia.
Usai jalan santai, lapangan desa langsung bergemuruh penuh energi saat warga bersama-sama mengikuti senam bersama yang diiringi musik ceria. Suasana keakraban antarwarga dan perangkat desa tampak jelas mencerminkan kekompakan masyarakat Cigugur Girang di usia desa yang ke-176.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Cigugur Girang Priana, S.E., Hely Narni selaku Ketua T PKK Desa Cigugur Girang, Drs, Agus Ganjar Hidayat, M.Si selaku Camat Parongpong, juga turut hadir Ahmad Sastra Prayuanada, CFLS. selaku Ketua Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan tersebut.
Menjelang siang, acara dilanjutkan dengan sesi formal berupa sambutan dari pemerintah desa serta tokoh masyarakat. Momen yang paling dinantikan dalam sesi ini adalah penyampaian advokasi lingkungan yang dibawakan oleh perwakilan Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) sekaligus dua figur inspiratif muda Kaysa Kirana Putri (Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Delegasi Kota Bandung) dan Nayfha Rubiana Lutfiah (Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Delegasi Kabupaten Bandung Barat).
Dalam pemaparan advokasi tersebut, kedua Duta Lingkungan mengajak masyarakat Cigugur Girang untuk terus menjaga kelestarian alam sekitar, bijak dalam mengelola sampah, serta mempertahankan kawasan Parongpong sebagai daerah resapan air yang hijau dan asri. Pesan ekologis ini disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Peringatan Milangkala ke-176 ini membuktikan bahwa perayaan hari jadi desa tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi yang kuat. Melalui kombinasi olahraga bersama dan edukasi lingkungan, Desa Cigugur Girang siap melangkah menjadi kawasan penyangga ekologis yang mandiri, sehat, serta berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.
“Kesehatan fisik yang didapat dari jalan santai dan senam bersama harus sejalan dengan kesehatan lingkungan tempat kita tinggal. Mari jadikan Milangkala ke-176 ini momentum nyata untuk merawat bumi Cigugur Girang.”
Terkait kegiatan tersebut, Nayfha Rubiana Lutfiah selaku Sekretaris Badan Pelaksana Harian – Yayasan Bentang Alam Indonesia (BPH YBAI) berpendapat, bagi saya, Milangkala ke-176 Desa Cigugur Girang bukan hanya menjadi momentum untuk merayakan kebersamaan masyarakat, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui hal-hal sederhana. Selain mengikuti senam pagi bersama warga, saya berkesempatan menyampaikan kampanye edukasi mengenai pemilahan sampah dan pengolahan sisa dapur menjadi kompos.
Kemudian dirinya menambahkan, Saya melihat antusiasme ibu-ibu saat mengikuti edukasi yang disampaikan. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah adanya kesepakatan untuk melanjutkan kegiatan ini melalui pertemuan berikutnya, khususnya untuk belajar dan praktik secara langsung mengenai pembuatan kompos dari sisa dapur.
Ini merupakan langkah kecil yang sangat berarti. Karena perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi bisa dimulai dari rumah, dari bagaimana kita memilah dan mengolah sampah yang kita hasilkan setiap hari. Semoga edukasi ini dapat menjadi awal dari kebiasaan baik yang terus dilakukan bersama oleh masyarakat Desa Cigugur GNayfha.” Tutup Nayfha. (Red)




