Bandung – Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) bersama komunitas Ruah Hijau mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan program Kampung ASRI.
Dukungan ini sejalan dengan program nasional Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan pemerintah pusat. Untuk menyukseskan gerakan tersebut, Gubernur Jawa Barat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 28/LH.01.04.02/DLH tanggal 26 Februari 2026. Dalam SE itu, Gubernur mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, dunia usaha, hingga organisasi dan penggiat lingkungan di Jabar untuk berpartisipasi aktif.
Ruah Hijau, komunitas pemuda peduli lingkungan di bawah naungan YBAI, mengapresiasi kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. “Kebijakan ini adalah langkah konkret mewujudkan Gerakan Indonesia Asri sesuai amanat Kemendagri melalui SE Nomor 600.11/889/SJ,” ujar Yessa Amandha, Founder Ruah Hijau.
Audiensi ke DLH Jabar
Menindaklanjuti SE tersebut, Senin 27 April 2026, Ruah Hijau bersama YBAI beraudiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat. Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan program Kampung ASRI. Delegasi YBAI dipimpin Ketua YBAI Ahmad Sastra, didampingi Founder Ruah Hijau Yessa Amandha. Mereka diterima jajaran Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan DLH Jabar.
Dimulai dari Bandung Barat Juni 2026
Usai audiensi, Yessa menjelaskan kepada InformanNews bahwa program Kampung ASRI ditargetkan berjalan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Tahap awal akan dimulai pada Juni 2026 dari Kabupaten Bandung Barat.
“Bandung Barat dipilih karena berdasarkan survei kami masih banyak persoalan lingkungan yang belum tuntas. Mulai dari sampah, kawasan rawan longsor, hingga pengelolaan limbah ternak yang belum maksimal,” jelas Yessa.
Ia menambahkan, Bandung Barat sebagai bagian dari Bandung Raya merupakan jantung Jawa Barat sehingga layak menjadi percontohan. Program Kampung ASRI bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pelaksanaannya akan berkolaborasi dengan pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda, dunia usaha, kaum ibu, serta pemerintah desa hingga tingkat RT/RW.
Potensi Besar, Tantangan Lingkungan
Ketua YBAI Ahmad Sastra menambahkan, Bandung Barat punya potensi sumber daya alam dan wisata yang luar biasa. Banyak wisatawan lokal hingga mancanegara datang ke Lembang dan wilayah lain. Namun, hasil survei tim YBAI menemukan pengelolaan lingkungan belum maksimal.
“Kebersihan lingkungan belum seimbang dengan pembangunan ekonomi. Lembang terkenal sebagai kawasan sapi perah, tapi limbah ternak masih banyak dibuang ke saluran air dan mencemari lingkungan. Ini berdampak pada kesehatan,” ungkap Ahmad.
Selain itu, persoalan lain seperti sampah di pinggir jalan, saluran air mampet, dan titik longsor juga masih sering ditemui. Karena itu, program Kampung ASRI akan fokus pada edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, limbah ternak, dan limbah rumah tangga agar masalah selesai dari sumbernya.
Ajak Kolaborasi Semua Pihak
Ahmad dan Yessa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan DLH Jabar atas dukungan terhadap program ini.
“Penyelesaian masalah lingkungan tidak bisa maksimal tanpa partisipasi semua pihak. Perlu kolaborasi pemerintah dan masyarakat luas agar Jabar Asri benar-benar terwujud, sesuai tema Jabar Istimewa: Lembur diurus, Kota ditata,” tutup Ahmad.
rizky
