BANDUNG BARAT – INFORMANNEWS|| Permasalahan sampah menjadi salah satu isu lingkungan paling penting karena sangat berdampak pada kesehatan dan keindahan lingkungan. Pemerintah pusat pun mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan menekankan kepada pemerintah daerah, pihak swasta, dan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mewujudkannya.
Semangat tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Kampung Barunagri RT 004/RW 011, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selama sekitar 8 tahun, warga mengelola sampah secara mandiri dan swadaya.
Kelompok ibu-ibu di lingkungan tersebut bahkan sudah hampir 3 tahun mengadakan operasi bersih (opsih) setiap hari Sabtu. Sementara para remaja selama 8 tahun mengabdi mengelola sampah masyarakat dengan bermodalkan cator yang difasilitasi Pemerintah Desa Sukajaya.
Masyarakat kemudian meminta pendampingan kepada Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) hingga akhirnya terbentuk Bank Sampah Panghegar di Kampung Barunagri.
YBAI, lembaga berskala nasional yang bergerak di bidang lingkungan, pada 22 Juni 2026 resmi meluncurkan Program Kampung ASRI di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program tersebut diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat dan dihadiri stakeholder di wilayah Kabupaten Bandung Barat, tokoh masyarakat, pihak swasta, dan pihak terkait lainnya.
Mewakili YBAI, Siti Silva Nurzihan, Direktur Departemen Advokasi Lingkungan YBAI yang juga Duta Lingkungan Jawa Barat Tahun 2026, mengatakan YBAI akan terus mengadvokasi lingkungan di berbagai wilayah.

“Ini bukan sekadar tugas seorang Duta Lingkungan dan pengurus YBAI, tetapi merupakan panggilan jiwa bagi saya. Apalagi Bank Sampah Panghegar sebagai mitra binaan kami, pastinya akan kami kawal hingga tercapainya lingkungan berkelanjutan di wilayah tersebut,” ujar Silva.
Silva menyampaikan alasan YBAI memilih Kabupaten Bandung Barat sebagai titik awal Program Kampung ASRI. Berdasarkan temuan di lapangan, masih banyak permasalahan lingkungan yang harus diselesaikan bersama, khususnya di Kecamatan Lembang yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai peternak sapi perah.
“Masih banyak terlihat kotoran ternak sapi yang dibuang sembarangan ke saluran air. Sudah jelas kondisi tersebut sangat mencemari lingkungan,” kata Silva.
Karena itu, YBAI mengajak dan mendorong semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan ASRI, khususnya di Kecamatan Lembang, Bandung Barat, dan wilayah lain di NKRI. Terutama generasi muda, pelajar, dan mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dapat menjadi agen perubahan demi lingkungan berkelanjutan.
Silva menegaskan, Bank Sampah Panghegar yang didampingi YBAI terus dikawal hingga ke pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahkan hingga ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Sejauh ini, YBAI telah menyampaikan kebutuhan masyarakat Kampung Barunagri dan pengurus Bank Sampah Panghegar kepada pihak terkait, antara lain DLH Kabupaten Bandung Barat dan DLH Provinsi Jawa Barat yang telah meninjau langsung ke lokasi. Aspirasi masyarakat juga telah disampaikan kepada DPRD Bandung Barat, bahkan YBAI telah audiensi dengan Ketua Komisi 3 DPRD Bandung Barat.
Kendala paling krusial bagi masyarakat dan Bank Sampah Panghegar adalah lahan yang tidak memadai dan sarana prasarana. Dilema yang dihadapi adalah pembakaran sampah secara manual, yang di satu sisi menimbulkan polusi, tetapi di sisi lain menjadi satu-satunya cara yang dapat dilakukan masyarakat dan pengurus Bank Sampah Panghegar untuk menangani persoalan sampah di lingkungan.
“Permasalahan lingkungan bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban kita semua untuk menjaganya,” tegas Silva.
Silva mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat, untuk berpartisipasi aktif mewujudkan lingkungan yang ASRI dan berkelanjutan sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat agar permasalahan sampah selesai dari sumber.
“Dengan terwujudnya lingkungan ASRI dan berkelanjutan, maka secara otomatis akan terwujud alam yang lestari dan berkeadilan,” tutup Silva. (Red)




