Cianjur- InformanNews||Kabar duka datang dari kalangan nelayan. Pandi (49), tekong sekaligus pemilik kapal KM SRI LKSN 01, ditemukan meninggal dunia saat kapalnya berada di perairan Cikakap, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Sabtu (22/8/2026) pagi.
Korban yang merupakan warga Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, diketahui sedang melaut bersama anak buah kapal (ABK) untuk mencari ikan. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Tradisional Binuangeun, Banten, dan telah berada di laut sekitar dua pekan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan demam. Korban kemudian mengonsumsi obat dan memilih beristirahat di dalam kapal.
Namun, sekitar pukul 07.00 WIB, ABK bernama Udin hendak membangunkan korban untuk dibawa berobat ke darat. Saat dibangunkan, korban sudah tidak memberikan respons dan diketahui tidak bernapas.
Anggota Pos TNI AL Ujunggenteng, Serda Bambang Heryanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Korban sebelumnya sempat mengeluh sakit demam. Setelah minum obat, korban beristirahat. Ketika akan dibangunkan untuk dibawa berobat ke darat, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan tidak bernapas,” ujar Bambang.
Menurutnya, setelah korban diketahui meninggal dunia, proses evakuasi langsung dilakukan dengan melibatkan unsur terkait.
“Korban kemudian dievakuasi ke darat untuk dilakukan pemulasaraan. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di Cirebon,” katanya.
Bambang menambahkan, pihak keluarga korban telah menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan visum luar.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Sat Polairud Polres Sukabumi, Pos TNI AL Ujunggenteng, Polsek Ciracap, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, serta masyarakat nelayan.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait, mengumpulkan keterangan dari para saksi, melakukan evakuasi terhadap korban, serta membuat laporan mengenai kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, korban meninggal dunia diduga akibat sakit yang dialaminya saat berada di tengah laut. Setelah seluruh proses penanganan selesai, jenazah korban dibawa keluarga menuju Cirebon untuk dimakamkan. (Jiend)




