Berita Utama Pendidikan

Siti Silva Nurzihan (Finalis Duta Lingkungan Jabar 2026), ajak Generasi Muda Bergerak Melalui “Gerakan Tumbuh Goes to School” di SMAN 1 Cijeruk.

Cijeruk, InformanNews.com. Finalis Duta Lingkungan Provinsi Jawa Barat 2026 yang mewakili Kabupaten Bogor, Siti Silva Nurzihan, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Gerakan Tumbuh Goes to School di SMAN 1 Cijeruk. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah melalui edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Silva Nurzihan yang juga menjabat Kepala Divisi Kajian Dan Analisa Lingkungan pada Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) menyampaikan, bahwa edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, serta pentingnya membangun budaya peduli lingkungan melalui aksi sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Gadis yang akrab disapa Silva mengungkapkan, rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Cijeruk. Menurutnya, semangat, antusiasme, dan partisipasi aktif para siswa menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya sangat bangga melihat semangat siswa-siswi SMAN 1 Cijeruk. Sebagai salah satu sekolah Adiwiyata, sekolah ini telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya” ujar Silva.

Kegiatan tidak berhenti pada sesi sosialisasi. Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah disampaikan, seluruh siswa bersama bapak dan ibu guru melaksanakan Aksi Ekologi, yaitu kegiatan nyata menjaga dan merawat lingkungan sekolah. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan, bukan hanya sebatas pengetahuan.

Melalui Gerakan Tumbuh Goes to School, Siti Silva Nurzihan berharap semakin banyak sekolah yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu melahirkan budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

Gerakan ini membawa pesan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika pendidikan dipadukan dengan aksi nyata, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, melainkan juga menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. Tutup Silva.

Ahmad Saatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *