Bandung, InformanNews||30 Agustus 2026 – Menyusuri gang sempit hingga membelah kemacetan di jalur protokol sudah menjadi rutinitas para pengemudi ojek online (ojol). Mobilitas tinggi tanpa batas wilayah membuat mereka memahami setiap perubahan situasi di lapangan.
Potensi tersebut ditangkap Polres Cimahi sebagai kekuatan untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tepat pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebanyak 200 pengemudi ojol berkumpul di Mapolres Cimahi. Mereka tidak sedang menunggu order, melainkan merajut komitmen sebagai mitra strategis kepolisian. Wilayah hukum Polres Cimahi yang mencakup Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat kini memiliki “mata dan telinga” tambahan di setiap sudut jalan.
Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi menilai kehadiran pengemudi ojol bukan hanya sebagai penyedia layanan transportasi. Melalui silaturahmi kamtibmas, polisi mengajak para driver lebih peka terhadap lingkungan.
“Tugas mereka bertambah. Selain mengantar penumpang dan barang, mereka diharapkan mampu memberikan informasi cepat jika menemukan potensi kriminalitas atau gangguan di jalanan,” ujar Faruk.

“Mereka adalah salah satu mitra strategis kami, yaitu teman-teman, saudara-saudara, sahabat-sahabat dari ojek online,” tambahnya, Minggu (30/8/2026).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. juga menekankan pentingnya peran komunitas ini dalam menjaga kondusivitas.
Faruk menyebut komunikasi dua arah dengan komunitas ojol adalah kunci. Keberadaan mereka di berbagai titik strategis memungkinkan informasi sampai ke petugas dalam waktu singkat.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang partisipasi pengelolaan kamtibmas di wilayah hukum Polres Cimahi,” katanya.
Sejak pagi hingga larut malam, para pengemudi bersinggungan langsung dengan dinamika kota. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga gerak-gerik mencurigakan. Pengalaman lapangan ini ingin diwadahi agar tidak terbuang.
Polisi juga membekali para driver dengan keberanian untuk melapor. Jika menemukan kejadian yang butuh penanganan segera, pengemudi diminta menghubungi Call Center 110.
“Kami mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Ketika melihat kejadian yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas, kemacetan dan lain sebagainya, silakan gunakan layanan Call Center kami 110,” jelasnya.
Langkah ini memangkas jarak birokrasi informasi. Laporan dari pengemudi ojol diposisikan sebagai data awal yang krusial bagi polisi untuk tindakan preventif.
“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan silaturahmi ini, ke depannya kemitraan kami dengan teman-teman, sahabat ojek online ini bisa lebih ditingkatkan,” ucap Faruk.
Suasana semakin khidmat saat para pengemudi membacakan ikrar bersama. Di bawah langit Cimahi, mereka berjanji ikut menjaga kondusivitas wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
Kini setiap perjalanan ojol membawa misi yang lebih luas. Dengan ribuan perjalanan setiap hari, sinergi ini diharapkan menciptakan ruang publik yang lebih aman.
“Dengan sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol tersebut, Polres Cimahi berharap tercipta pola komunikasi yang semakin cepat dan efektif, sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat dapat segera diketahui dan ditangani,” tandas AKBP Moh. Faruk Rozi. (Red)
Sumber : Bid Humas Polda Jabar




