Berita Utama Daerah

Raja Pengobatan Alat Vital dari Pesisir Cisolok: Merawat Warisan Leluhur, Meraih Penghargaan

Sukabumi – InformanNews || Di pesisir selatan Sukabumi ketika debur ombak Samudra Hindia berpadu dengan ketenangan perbukitan Cisolok, denyut kearifan tradisional Sunda masih berdetak kuat.

Di sanalah, tepatnya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, sebuah seni pengobatan alternatif bertahan melintasi dekade, merawat salah satu aspek paling peka sekaligus penting dalam dinamika hidup manusia: keharmonisan ranjang dan kepercayaan diri kaum adam.

Kiprah panjang itu menemui momentumnya pada Senin (26/10/2026) malam di Samudra Beach Hotel, Palabuhanratu. Di hadapan para pewarta dan tokoh daerah dalam perhelatan tahunan IJTI Award, sosok H. Cep Monas Royani melangkah naik ke panggung dengan khidmat.

Pria bersahaja berbalut busana adat Sunda ini dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori “Nadi Warisan Leluhur”. Sebuah bentuk pengakuan atas komitmennya menjaga tradisi lokal agar tidak tenggelam di tengah derasnya arus zaman.

Bagi masyarakat Sunda, keahlian yang dijalankan Cep Monas bukanlah hal asing. Ia dikenal luas sebagai raja pengobatan alat vital pria yang melanjutkan garis keturunan legendaris Mak Irot.

Ilmu ini bukan hasil kursus kilat atau klaim tanpa akar, melainkan estafet biologis dan kultural yang dirintis sejak tahun 1972. Dari mendiang ibundanya, Mak Irot, ilmu ramuan dan teknik pijat saraf vitalitas itu mula-mula diturunkan kepada almarhum H. Royani, sebelum akhirnya diwariskan secara utuh kepada sang putra, Cep Monas.

Usai menerima trofi berbalut kuningan tersebut, senyum lega dan raut haru terpancar dari wajah Cep Monas. Baginya, penghargaan ini menjadi pengingat beratnya memikul tanggung jawab amanah leluhur.

“Alhamdulillah, bahagia sekali. Ini suatu kebanggaan buat kami, pengobatan legendaris khusus pria dari Palabuhanratu Cisolok Sukabumi,” tuturnya penuh kerendahan hati saat ditemui di sela acara.

Di era ketika pasar dibanjiri obat kuat sintetis instan yang kerap menyimpan risiko kesehatan, pendekatan tradisi Cep Monas menawarkan cara pandang yang berbeda.

Kuncinya bertumpu pada kesabaran, bahan-bahan alami dari rempah hutan tropis, serta pemahaman atas anatomi tubuh tanpa melibatkan zat kimia berbahaya.

“Pengobatan tradisional ini harus benar-benar dijaga, terutama keamanan dan kealamian untuk pengobatannya. Di samping itu, tujuannya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, insyaallah mudah-mudahan bermanfaat,” ucap Cep Monas menerangkan filosofi praktiknya.

Tak ketinggalan, ia mengapresiasi kejelian para jurnalis televisi yang mau mengangkat kearifan lokal ke panggung apresiasi. Baginya, sorotan media membantu membedakan mana tradisi yang autentik dan bertanggung jawab, dengan klaim-klaim semu di luar sana.

“Harapannya untuk rekan-rekan jurnalis insyaallah luar biasa. Semoga semakin maju dan terus memberi manfaat bagi khalayak,” imbuhnya.

Kini, di rumah praktiknya yang tenang di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pintu konsultasi selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berikhtiar.

Berbagai keluhan pria dewasa mulai dari stamina, vitalitas, hingga pemulihan fungsi kejantanan ditangani secara personal dengan mengedepankan privasi dan metode alami warisan leluhur.

Bagi pembaca yang tengah mencari rujukan ikhtiar atau sekadar ingin berkonsultasi, layanan informasi dapat diakses melalui sambungan telepon langsung maupun WhatsApp di nomor 0813-8217-0505 dan 082-33333-4331.(JiEnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *