Berita Utama Daerah

Pulau Kunti, Jejak Bumi Purba di Geopark Ciletuh yang Berpeluang Jadi Magnet Wisata Dunia

Sukabumi- InformanNews||Debur ombak yang memecah karang, hamparan pasir putih, serta air laut yang bening menjadi pemandangan pertama yang menyambut siapa pun saat mendekati Pulau Kunti di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Di balik keindahan itu, pulau kecil yang berada dalam kawasan Cagar Alam Cibanteng atau Suaka Margasatwa Cikepuh ini menyimpan sejarah geologi yang panjang. Formasi batuannya diperkirakan telah berusia sekitar 70 juta tahun dan menjadi salah satu peninggalan penting aktivitas bumi purba. Sebuah gua alami yang terbentuk akibat kikisan ombak pun menjadi ikon tersendiri karena menghasilkan gema yang menyerupai suara tawa saat gelombang besar menghantam dinding gua.

Keunikan tersebut membuat Pulau Kunti tidak hanya menjadi tujuan wisata alam, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan konservasi yang tinggi. Panorama bawah lautnya yang masih alami pun mulai menarik perhatian wisatawan, terutama pencinta aktivitas snorkeling dan diving.

Potensi besar itu mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Hj. Dewi Asmara, saat mengunjungi kawasan Pulau Kunti, Jumat (17/7/2026).

Menurut Dewi, Pulau Kunti memiliki seluruh unsur yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata bahari unggulan jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Saya melihat Pulau Kunti memiliki potensi luar biasa. Pantainya indah, pasir putihnya bersih, dan kondisi bawah lautnya sangat menarik untuk wisata diving. Potensi seperti ini harus dikembangkan karena bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Dewi.

Ia menilai pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan fasilitas, aksesibilitas, dan promosi yang lebih luas.

“Kalau sarana pendukung terus dibangun dan promosi dilakukan secara konsisten, saya optimistis Pulau Kunti bisa menjadi ikon wisata bahari Sukabumi. Tidak menutup kemungkinan kawasan ini dikenal luas seperti Labuan Bajo atau Bali,” katanya.

Selain wisata selam, Dewi juga mendorong lahirnya berbagai agenda sport tourism di kawasan Geopark Ciletuh. Menurutnya, kegiatan seperti lomba perahu layar, olahraga air, hingga festival bahari dapat menjadi daya tarik baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

“Kita harus menghadirkan kegiatan yang mampu menarik orang datang secara rutin. Sport tourism bisa menjadi salah satu pilihan karena selain mempromosikan destinasi, juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” ucapnya.

Dewi menegaskan, pengembangan pariwisata memerlukan kolaborasi seluruh pihak agar potensi yang dimiliki Sukabumi tidak hanya dikenal sesaat, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Promosi tidak boleh berhenti. Pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, media, pelaku usaha, hingga masyarakat harus memiliki semangat yang sama untuk memperkenalkan Geopark Ciletuh kepada dunia. Kalau kita bergerak bersama, saya yakin kawasan ini akan semakin diminati wisatawan,” pungkasnya.

Saat ini, Pulau Kunti dapat dijangkau melalui Pantai Palangpang dengan perjalanan menggunakan perahu sekitar 15 menit. Perjalanan singkat itu akan membawa wisatawan menuju sebuah pulau kecil yang memadukan keindahan bentang alam, warisan geologi purba, dan pesona bawah laut yang menjadi salah satu harta karun wisata di selatan Sukabumi. (BJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *