Polresta Bandung tak terbendung. Dalam penilaian ketat Pos PAM Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026, mereka keluar sebagai juara umum dengan skor 94 mengungguli pesaing kuat dari seluruh Jawa Barat.
Bukan sekadar berdiri di pos pengamanan, mereka diuji dari segala sisi. Hasilnya? Polresta Bandung tampil paling siap—baik di jalanan yang padat pemudik maupun di layar ponsel masyarakat.
Polresta Bandung resmi dinobatkan sebagai juara umum dalam penilaian Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Barat. Raihan nilai 94 menempatkan mereka di posisi puncak, unggul tipis dari Polres Bogor dan Polres Cimahi.

Penilaian berlangsung selama 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan tim gabungan dari Itwasda, Biro SDM, dan Bidhumas. Setiap pos diperiksa secara detail, mulai dari kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Benny Subandi, menegaskan bahwa penilaian ini dirancang untuk memastikan seluruh pos pengamanan benar-benar bekerja optimal di lapangan.
“Penilaian ini menjadi tolok ukur kesiapan personel, sarana prasarana, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Benny dalam laporan resminya.
Ia menambahkan, pengawasan dilakukan menyeluruh dengan mengacu pada berbagai indikator, termasuk sinergitas antarinstansi dan kemampuan pos dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.
Keunggulan Polresta Bandung terlihat dari konsistensi di berbagai aspek penilaian. Dari total 7 aspek dengan 56 indikator, mereka mampu menjaga performa tinggi, baik dari sisi teknis maupun inovasi di lapangan.
Yang menarik, faktor keaktifan di media sosial juga menjadi penentu. Dengan bobot 20 persen, engagement publik melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook ikut memengaruhi hasil akhir.
Polresta Bandung dinilai mampu memanfaatkan kanal digital sebagai sarana komunikasi yang efektif, memperkuat kepercayaan publik di tengah padatnya arus mudik.
Secara keseluruhan, penilaian ini menunjukkan bahwa wajah pengamanan modern tak lagi hanya soal kehadiran fisik di lapangan. Transparansi, kecepatan informasi, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian yang tak terpisahkan.
