Bandung barat, Informannews.com
Jum’at sore 03 April 2026, menjadi hari yang penuh makna di halaman posko pokja wartawan KBB, Tidak hanya sekadar silaturahim halal bihalal yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, namun juga dilanjutkan dengan momen yang begitu hangat dan menyentuh hati, yakni kegiatan pemotongan tumpeng.

Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang sangat berharga. Satu per satu para jurnalis saling bersalaman, menyalami dengan penuh kehangatan, sambil mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Senyum, tawa, bahkan rasa haru tampak jelas di wajah para wartawan, mencerminkan kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu erat di lingkungan Pokja wartawan Kabupaten Bandung barat.

Sebelum pemotongan tumpeng dilaksanakan ada sambutan atau tausiah dari Kepala Bidang Hubungan antar lembaga (Bpak toro) dalam tausiah nya beliau menjelaskan arti dari kata “Halal Bihalal” dengan detil.

“Kita bersama rekan-rekan wartawan juga ketua Pokja bisa melaksanakan Halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah, mudah-mudahan niat tulus iklas Bapak – ibu berangkat dari rumah langkah kakinya mendapatkan pahala dari Alloh SWT dalam hal silaturahim,” tuturnya.

“Halal bihalal memiliki makna harapiah yaitu sah, Halal daripada arti kata menjadikan sah, pada bulan Ramadhan ada perkataan kita tutur kata kita yang tidak terasa maka dalam Halal bihalal ini kita berjabat tangan bermusapaah disitulah akan menghalalkan yang tadinya makruh atau halal menjadi halal,” tuturnya.

“Disamping itu dalam hal inilah kebutuhan batin kita silaturahim kita mengakrabkan diri kita, manusia dengan kholiknya dengan Alloh, maka kita sering adanya Halal bihalal, Halal bihalal tidak di kenal negara dimana pun hanya di Indonesia saja ini suatu hal budaya yang perlu kita pertahankan dan kita lestarikan bersama, dalam hal ini para wartawan yang sebagai juru ketik mungkin di dalam lapangan atau dalam hal yang lain punya masalah dengan rekan pagedruk ataupun ada masalah lain maka saatnya inilah kita menghalalkan daripada perbuatan-perbuatan kita yang ke belakang itu makna Halal bihalal,” paparnya.

Masih kata Ia, Dalam Halal bihalal disini ada tumpeng kalau di Jawa tumpeng itu gapuraning rahayu, gapuraning rahayu itu bagaimana makna daripada tumpeng itu mengerucut ke atas suatu simbol bahwa di atas itu ada Alloh SWT yang perlu kita sikapi bersama kenapa tumpeng itu berwarna merah dan kenapa ada telor juga kalau saya jabarkan semuanya ini akan butuh waktu yang lama,” ucapnya.

“Saya jelaskan dikit kalau arti ada telor simbol daripada ekonomi kita mudah-mudahan profesi daripada wartawan simbol daripada telor disini ekonomi kita akan meningkat pada ekonomi tahun yang akan datang, nah kenapa ini warnanya kuning, kuning artinya adalah emas, kita akan mengarungi suatu badai atau suatu kehidupan yang menuju suatu keemasan dalam kehidupan kita bersama dan ada ayam, daging ayam disini ayam itu kan suka bekerja keras dalam hal kita mencari sesuap nasi ataupun lain, karena situasi disini sekarang mendung tidak bisa kita jelaskan semua, tapi insyaallah di kesehatan yang lain kita akan jelaskan bagaimana Pilosofi makna daripada tumpeng,” pungkasnya

Terpisah ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bandung barat (Muhamad Rauf) mengucapkan banyak terimakasih kepada para awak media yang sudah datang ke acara Halal bihalal.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada temen-temen yang sudah pada datang ke acara halal bihalal ini semoga dimudahkan segala rizky nya serta diberikan kesehatan buat keluarga buat semuanya yang pada sakit disembuhkan lahir dan batin,” ujarnya.

Lanjut Muhamad Rsuf, “Kenapa saya mengadakan acara halal bihalal satu ingin mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan terbukti Pokja wartawan KBB dari dulu sampai sekarang selalu kompak dan menomor satukan silaturahmi,” tutup ketua Pokja M rauf..

Penulis: AC – DS

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *