KBB- InformanNews.com || Kabupaten Bandung Barat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam penanganan sampah secara berkelanjutan. Kamis (7/6/2026)

Kegiatan bertajuk Bewara Bersama Warga Reksa Alam tersebut digelar di Pondok Pesantren Al Hilal, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin.
Dalam kegiatan tersebut,

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lingkungan, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat terus meningkat.

Acara diisi dengan kegiatan edukasi lingkungan, aksi bersih-bersih, serta sosialisasi pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan demi menjaga kelestarian alam.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap peringatan HPSN 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di kawasan waduk saguling Cihampelas pada 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap persoalan lingkungan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar.

Barusan kita sudah melaksanakan kegiatan HPSN 2026 Bandung Barat AMANAH melalui program BEWARA ‘Bersama Warga Reksa Alam’. Ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun 2025 dilaksanakan di Cihampelas, dan sekarang tahun 2026 kita laksanakan di Pesantren Al Hilal, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin,” ujar Asep Ismail.

Ia menegaskan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja nyata dan kolaborasi dari semua pihak. Kondisi di kawasan pasar dan lingkungan sekitar menjadi pengingat bagi kita bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, apabila persoalan sampah tidak ditangani dengan baik, maka dampaknya akan meluas terhadap pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga menurunnya kualitas kawasan strategis seperti Waduk Saguling. ( Isak)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *