Berita Utama Daerah

PEPADI Korwil VI Pajampangan Gelar Hari Wayang Nasional 2026, Usung Tema “Ngamumule Tradisi Budaya Sunda”

SUKABUMI-INFORMANNEWS.COM || Persatuan Padalangan Indonesia (PEPADI) Koordinasi Wilayah VI Pajampangan, di bawah kepemimpinan Ketua Korwil, Dedih Haryadi yang akrab disapa Deblo, secara resmi menggelar peringatan Hari Wayang Nasional 2026 bertempat di Lapang Lodaya Setra, Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan tahunan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan masyarakat.

Mengusung tema besar: “Ngamumule Tradisi Budaya Sunda”, acara ini berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 07.30 WIB hingga malam hari dengan serangkaian penampilan seni budaya yang memukau.

Dedih Haryadi (Deblo) menyampaikan bahwa kekayaan seni budaya di wilayah Pajampangan terus tumbuh dan terjaga.

“Saat ini di wilayah Pajampangan tercatat sebanyak 15 orang dalang yang masih aktif berkarya, serta 60 sanggar seni yang turut memeriahkan acara ini,” ungkap Deblo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Sekar Wiraga (Kliningan Bubuka), dilanjutkan pembukaan resmi, sambutan-sambutan, hingga berbagai penampilan seni tradisional dari puluhan sanggar, antara lain: Sundawani, Eling-Eling, Mojang Priangan, Ibing Kuda, Tari Gaplek, Calung, Paris Van Java, Kliningan, Aing Biru, Rampak Ijen, Rengkak Bentang, Rahyang Mandalajati, Pajajaran Anyar, Kala Ider, Singaperbangsa, Gandrung Bandung, Nyi Bentang Ronggeng, Pencak Silat, Wayang Golek Putu Pancanaka, dan Dalang Enggal-Eltra Nyunda.

Puncak acara digelar hingga malam hari dengan pertunjukan wayang golek yang dipentaskan oleh Ki Dalang H. Rahmat A. Jaya Sasmita.

Acara ini juga mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., yang memuji langkah PEPADI Korwil VI Pajampangan dalam terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Semoga tradisi budaya Sunda tetap terjaga, lestari, dan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Ngamumule Wayang, Ngajaga Budaya, Ngawarusken Leluhur Bangsa. (DICKY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *