Sukabumi- InformanNews||Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, api melalap hamparan rumput alang-alang seluas kurang lebih satu hektare di Kampung Legok Nyenang, RT 44 RW 22, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Sukabumi, kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran sampah yang dilakukan warga. Api yang semula berasal dari titik pembakaran kemudian merambat ke alang-alang kering sehingga dengan cepat membesar.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos Cisaat segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan. Berkat respons cepat petugas yang dibantu aparat desa, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke area yang lebih luas.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gunungguruh, Syahrul, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektare.
“Penyebab sementara diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke rumput alang-alang. Luas area yang terbakar kurang lebih satu hektare. Api berhasil dipadamkan oleh satu unit Damkar Cisaat bersama aparat dan warga, sehingga tidak sampai menimbulkan korban,” kata Syahrul.
Usai proses pemadaman, Tim Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi bersama perangkat Desa Cikujang, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Damkar, relawan, dan warga melakukan asesmen untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman.
Hingga Minggu sore, api telah padam sepenuhnya dan situasi dinyatakan kondusif. Sementara itu, besaran kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Syahrul mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membersihkan lahan maupun membakar sampah. Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung kering membuat api mudah merambat ke semak dan alang-alang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di area terbuka. Sekecil apa pun api yang ditinggalkan dapat memicu kebakaran lahan, terutama saat vegetasi sedang kering. Pencegahan jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
(BJ)




