KBB – InformanNews || Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat bersama pihak pelaksana melakukan uji coring atau pengambilan sampel inti pada pekerjaan pembangunan Jalan Poros Muka Payung – Ciririp – Bangsaya – Buni Nagara setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan coring dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan, terutama terkait ketebalan lapisan jalan serta kesesuaian pemadatan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan tersebut, Kepala Dinas PUPR KBB, Anni Roslianti, ST., MM., turut memantau secara langsung proses coring mulai dari titik nol hingga titik akhir pekerjaan.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan pekerjaan jalan yang telah dibangun memenuhi standar dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Sampel hasil coring selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi terhadap ketebalan dan kualitas konstruksi jalan.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami menunjukkan komitmen dalam melakukan pengawasan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur, sehingga hasilnya sesuai dengan ketentuan,” ujar Anni.
Saat dikonfirmasi di lokasi Desa Muka Payung, Anni menegaskan bahwa pelaksanaan coring untuk menentukan hasil pengerjaan Jalan Poros Ciririp – Bangsaya – Buni Nagara.
“Kepadatan dan campuran beton serta aspal-nya apakah sesuai spesifikasi atau tidak. Ini adalah ruas Ciririp – Bangsaya – Buni Nagara dengan panjang kisaran 1,7 kilometer, kemudian ada beton 518 meter dari titik nol hingga titik akhir. Dilakukan coring secara acak, jadi kami melakukan tiap 100 meter,” ucapnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ketebalan jalan telah memenuhi spesifikasi.
“Apakah ketebalannya sesuai atau tidak, dari hasil coring ketebalan sepanjang jalan memenuhi spesifikasi. Tebal Laston atau hotmix spesifikasinya 4 cm dan ketebalan beton 20 cm, di bawah beton ada lean concrete 10 cm. Berdasarkan hasil pemeriksaan, masuk spesifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, di akhir nanti hasil coring dan ketebalan akan dimasukkan ke dalam laporan laboratorium.
“Kita harapkan hasil spesifikasi atau campuran beton dan Laston hotmix dapat disesuaikan dengan perencanaan,” pungkasnya. (Isak)




