Berita Utama

Nayfha Bersama YBAI Berkomitmen Advokasi Lingkungan

Jabar- InformanNews.com|| Permasalahan lingkungan yang mungkin bukan menjadi hal baru ditelinga kita semua. Salah satunya adalah permasalahan sampah, masalah sampah di indonesia didominasi oleh rendahnya volume sampah yang terkelola (hanya sekitar 25%), sebagian besar TPA di indonesia mengalami kelebihan kapasitas (Overload), banyak daerah perkotaan yang mengalami darurat sampah karena mengandalkan metode open dumping.

Hal ini menjadikan permasalahan sampah menjadi permasalahan sangat krusial, hal ini tentunya menjadi beban negara karena harus segera di atasi. Seperti halnya diwilayah Provinsi Jawa Barat, mungkin hampir sama dengan wilayah lain, salah satu indikator yang menyebabkan permasalahan sampah adalah kepadatan penduduk, kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan, karena hasil survey tim YBAI, masih banyak masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan, ditepi jalan, tepi sungai bahkan dimana ada tempat kosong disitu dijadikan tempat pembuangan sampah secara liar.

Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) berkomitmen untuk berparitipasi aktif mendukung pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan, dengan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan diberbagai daerah di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Dengan dukungan pihak Pemprov Jawa Barat, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, YBAI terus berupaya berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan di Wilayah Jawa Barat.

Kegiatan-kegiatan tersebut baik yang dilakukan oleh pihak YBAI sendiri, maupun berkolaborasi dengan jaringan atau mitra kerja, seperti contohnya di Kota Tasikmalaya salah satu dewan pembina YBAI Deviani aktif melakukan kegiatan lingkungan berupa edukasi tentang eco enzyme dan kompos, Deviani sendiri selaku founder Rumah Eco Enzyme Dan Kompos yang berpusat di Jl. Kapten Naseh Kota Tasikmalaya.

Deviani telah banyak berkontribusi terhadap kebijakan pemerintah kota tasikmalaya dalam upaya pelestarian lingkungan, melalui berkolaborasi dengan elemen masyarakat, perguruan tinggi dan juga stakeholder pemerintahan, Deviani terus menggiatkan sosialisasi isu-isu dan kegiatan yang memiliki dampak terhadap lingkungan, salah satunya seperti edukasi tentang eco enzyme, pembuatan kompos dan pilah sampah.

Selain Kota Tasikmalaya, kegiatan juga dilakukan didaerah lain seperti Kabupaten Bekasi, dilakukan oleh Yessa Amandha selaku founder Ruah Hijau yang juga sebagai mitra kerja atau jaringan YBAI, Yessa telah mendampingi kegiatan Bank Sampah GSP 1 diKecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Kemudian di Kota Sukabumi, ada juga kegiatan yang dilaksanakan oleh Syahrul Arifin selaku Kepala Divisi Litbang Pertanian YBAI dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat seperti pada program “Jaga Bangsa”.

Ini hanya sebuah langkah kecil yang dilakukan oleh YBAI, dengan harapan berdampak bagi kelestarian lingkungan. Hal ini juga disampaikan oleh Nayfha Rubina Lutfiah selaku Kepala Divisi Kampanye Dan Advokasi Lingkungan, gadis muda yang beraktivitas sebagai mahasiswi jurusan keperawatan asal Bandung Barat ini menyatakan, dirinya bergabung di YBAI sebagai bentuk komitmen untuk ikut berperan aktif dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah.

Nayfha menambahkan bahwa sebagai seorang calon perawat, dia melihat kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat sangat saling terikat. Merawat alam sama halnya dengan menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang, sehingga kontribusi kecil sekalipun akan sangat berarti jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, termasuk melalui pengembangan program ” Ibu Toga “.

Program ini fokus menyelesaikan masalah sampah dari lingkup rumah tangga. Program ini mengedukasi warga untuk mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik, yang kemudian pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman obat keluarga seperti Lengkuas, kunyit dan lain sebagainya. Dirinya akan berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang ia miliki bersama rekan-rekan pengurus dan tim YBAI, dan dirinya berharap dengan langkah kecil yang konsisten, program ini akan berdampak terhadap kelestarian lingkungan dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat yang mau menjalankannya. Tutupnya

Ahmad Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *