Sukabumi, InformanNews| Menjaga kelestarian lingkungan sering kali digaungkan dalam wacana, namun Kelurahan Cisarua, Sukabumi, memilih untuk membuktikannya lewat langkah nyata. Melalui gerakan Jumat Menanam atau yang lebih akrab disapa “Junam”, warga dan tokoh masyarakat setempat secara konsisten menyulap hari Jumat menjadi momentum hijau yang penuh berkah.
Gagasan brilian yang diinisiasi oleh Perpustakaan Kelurahan Cisarua ini telah bertransformasi menjadi rutinitas yang mengakar kuat. Konsistensi luar biasa ini pun menarik perhatian Syahrul Arifin, Finalis Duta Lingkungan Indonesia. Sejak tahun 2025, Syahrul tercatat aktif menghadiri dan mendukung langsung rangkaian kegiatan Junam di kawasan tersebut.
Kehadiran Syahrul bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa henti dari para “Pejuang Junam”. Di lapangan, denyut nadi gerakan ini terus berdetak berkat kontribusi tokoh-tokoh penggerak, diantara nya adalah Yus Meli, lurah & bapak camat yang taka apernah lelah memobilisasi masyarakat.
Apresiasi yang sama juga ditujukan kepada keluarga Ibu Haji Kokom, yang dengan keikhlasan hatinya selalu merelakan lahannya untuk disulap menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi orang banyak.
Dalam salah satu momen penanaman, ada sebuah pesan menyentuh dari Bapak Yus Meli yang berhasil mengubah cara pandang banyak orang tentang konsep berbagi.
“Shodaqoh itu tidak selalu harus berupa uang. Dengan menanam pohon, itu juga merupakan shodaqoh. Bayangkan, berapa banyak manfaat dari satu pohon yang kita tanam? Ada oksigen segar yang dihasilkan tanpa henti dan dihirup oleh banyak manusia.” ujar Yus Meli.
Pernyataan ini seolah menjadi tamparan sekaligus motivasi yang menyegarkan. Sering kali, manusia terjebak pada pemikiran bahwa ibadah atau sedekah harus selalu dinilai dari materi. Padahal, menyumbangkan keringat, waktu, dan tenaga untuk menanam sebatang bibit pohon adalah bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir seiring daun yang tumbuh dan oksigen yang diproduksi.
Semangat luhur warga Cisarua ini rupanya resonansinya terdengar hingga ke tingkat kelembagaan. Kehadiran Kang Syahrul Arifin di tengah-tengah kegiatan Junam sekaligus membawa mandat dukungan penuh dari Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI).
Dukungan moral dan apresiasi ini disampaikan langsung mewakili Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI). Pihak yayasan melihat bahwa program berbasis akar rumput seperti Junam adalah fondasi penting dalam pelestarian alam yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara warga, tokoh masyarakat, dan lembaga peduli lingkungan seperti YBAI, besar harapan agar gerakan Jum’at Menanam (Junam) ini tidak berhenti di Cisarua saja. Ke depannya, langkah kecil yang diayunkan setiap hari Jumat ini diharapkan mampu memperluas jangkauannya, menginspirasi daerah-daerah lain di Sukabumi dan sekitarnya, serta terus menjadi pabrik oksigen alami demi masa depan bumi yang lebih baik. Ungkap Syahrul.
Ahmad Sastra




