Berita Utama Daerah

Komitmen Pemerintah dan Stakeholder Diuji, YBAI Resmi Luncurkan Program ‘Kampung Asri’ di Bandung Barat.

BANDUNG BARAT – InformanNews|| Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) kembali menegaskan komitmen nyatanya dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Jawa Barat. Pada Senin, 22 Juni 2026, YBAI secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Kampung Asri” Program ambisius ini dirancang untuk menyulap kawasan perkampungan di seluruh penjuru Jawa Barat menjadi wilayah yang asri, hijau, dan mandiri secara ekologis, dengan menetapkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai wilayah percontohan (pilot project) pertama.

Fokus utama dari program Kampung Asri di KBB ini menyasar dua isu krusial: pengelolaan sampah domestik melalui sinergi dengan Bank Sampah Panghegar Desa Sukajaya, serta hilirisasi pengelolaan limbah hasil peternakan berupa kotoran sapi yang akan dimotori oleh Kelompok Tani Dan Ternak “SARI MUKTI” Desa Sukajaya. Selama ini, kotoran sapi menjadi potensi lokal yang melimpah di KBB mengingat tingginya populasi peternak sapi perah di wilayah tersebut. Sayangnya, potensi besar ini belum termanfaatkan secara optimal dan kerap menjadi beban lingkungan. Melalui program ini, YBAI hadir membawa solusi nyata.

Dukungan Lintas Sektor dan Absensi yang Disayangkan
Peluncuran program strategis ini mendapatkan atensi besar dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Berdasarkan pantauan di lokasi, acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan instansi terkait, di antaranya:
1. Asep Jembar Rahmat (Kepala Desa Sukajaya) yang diwakili oleh Rijal Lukmantara, S.H.
2. Anip (Ketua RW 013 sekaligus Tokoh Masyarakat).
3. Dadang (Ketua RW 011 sekaligus Tokoh Masyarakat).

  1. H. M Taufik Al Gandhi (Founder YBAI) beserta seluruh jajaran pengurus pusat.
  2. Jajaran Pengurus KPSBU Lembang.
  3. Jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.
  4. Jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat.
  5. Jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat.
  6. Jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat.
  7. Perwakilan Duta Lingkungan Jawa Barat.
  8. Perwakilan Moka Ciamis.
  9. Pengurus Bank Sampah Panghegar Desa Sukajaya.
  10. Pengurus Kelompok Tani dan Ternak SARI MUKTI Desa Sukajaya.
  11. Rekan-rekan pengurus internal YBAI.
    Kendati dihadiri oleh jajaran birokrasi dan dinas terkait yang sangat lengkap, amat disayangkan perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak tampak hadir dalam agenda krusial yang menyangkut hajat hidup dan kelestarian lingkungan masyarakat Bandung Barat ini.

Di sela-sela dinamika acara, perhatian hadirin tersedot pada sesi pemaparan program yang disampaikan secara lugas oleh perwakilan YBAI Syahrul Arifin. Pria yang mengemban amanah sebagai Deputi Bidang Program YBAI, sekaligus Duta Lingkungan Provinsi Jawa Barat ini, membeberkan cetak biru (blueprint) dari Program Kampung Asri.

Dalam orasinya, Syahrul menyampaikan bahwa rangkaian program Kampung Asri ini lahir murni dari rasa keresahan yang mendalam terhadap kondisi lingkungan hari ini yang kian memprihatinkan. Isu sampah yang menumpuk dan limbah peternakan yang terbengkalai harus segera diintervensi dengan aksi progresif, bukan sekadar wacana.

Tidak sekadar memaparkan program, di atas panggung Syahrul secara langsung menanyakan dan “menantang” bentuk komitmen nyata dari jajaran pemerintahan yang hadir. Momen tersebut menjadi pembuktian kelayakan program, di mana seluruh jajaran pemerintahan dan dinas terkait yang hadir menyatakan dukungannya secara penuh terhadap gerakan Kampung Asri ini.

Pemerintah daerah bersama segenap stakeholder berjanji akan mengawal dan memberikan dukungan berkelanjutan, agar cita-cita mulia mewujudkan “Kampung Asri” tidak berhenti di seremoni peluncuran saja, melainkan terus berjalan konsisten sampai target kampung yang hijau, bersih, dan asri benar-benar tercapai di seluruh Jawa Barat.
Dengan dimulainya langkah awal di Desa Sukajaya, KBB, YBAI optimis program Kampung Asri akan menjadi pemantik perubahan besar bagi gaya hidup hijau masyarakat Jawa Barat ke depan.

Ditambahkan sebuah pesan lewat video yang disampaikan oleh Prof, Dr, Hamdan Firmansyah, M.M.Pd, M.H., C.L.A, C.T., C.M.T guru besar hukum, budayawan yang juga sebagai ketua Dewan Penasehat YBAI ini menegaskan, Bahwa untuk mewujudkan Kampung ASRI harus diwujudkan dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, pihak pemerintah, maupun pihak swasta, karena ini perintah Undang-undang, lingkungan yang layak adalah hak Warga Negara jadi harus terpenuhi dan dirasakan oleh masyarakat. Tegasnya. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *