Berita Utama Daerah

Klarifikasi Saat Warga Keracunan, Kades Cipeundeuy: Lima Staf Kami Siaga Bantu ke Rumah Sakit

KBB – INFORMANNEWS| Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang Asep Suhendar, dengan tegas membantah narasi sepihak yang menyebut perangkat desanya tidak berempati dan memilih berlibur saat puluhan warga mengalami dugaan keracunan massal pada Jumat sore (11/9/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak desa langsung menerjunkan tim tanggap darurat dan menyiagakan ambulans sejak laporan pertama diterima, jauh sebelum isu liar berkembang di publik.
Asep Suhendar membeberkan kronologi penanganan krisis yang diawali dengan laporan dari Ketua RW03 dan RW 02 sekitar pukul 14.00 WIB pada hari Jumat (11/9/2026).

Laporan tersebut menyebutkan adanya warga yang mengalami gejala mual dan diare berkelanjutan. Merespons hal tersebut, Beliau langsung memerintahkan staf desa untuk terjun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Terkait pemberitaan yang menyebutkan perangkat desa sedang berlibur, Asep menepis hal tersebut dengan tegas. “Itu tidak benar. Kami punya lima orang staf khusus yang memang ditugaskan untuk menangani masyarakat yang sakit. Mereka bekerja sama dengan pihak rumah sakit dan selalu siaga,”jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Cimerang dan Rumah Sakit IMC untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Bahkan, Asep menegaskan bahwa lima staf desa tersebut dilarang ikut kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa yang sebelumnya sudah dijadwalkan, demi menjaga pos komando penanganan keracunan.

Meskipun demikian, Asep menyoroti simpang siurnya penyebab keracunan tersebut. Hingga saat ini,belum ada hasil laboratorium resmi yang mengonfirmasi bahwa gejala medis warga disebabkan oleh program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mengingat masih banyak warga di desa lain yang kondisinya sehat-sehat saja.

“Kami pastikan bahwa penanganan warga sudah maksimal dan sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Klarifikasi Kepala Desa Cipeundeuy ini mematahkan tudingan miring yang beredar dan membuktikan kehadiran pemerintah desa di tengah krisis. Publik kini menanti hasil uji laboratorium dari pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, sekaligus memastikan langkah antisipasi yang lebih terukur di kemudian hari, terutama dalam pengawasan distribusi makanan secara massal.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Iis Daryati (Teh Icot), Ketua RT 02 RW 13, yang berada langsung di lokasi kejadian. Ia membantah keras klaim bahwa pemerintah desa mengabaikan warga. “Sebelum berangkat ke Pangandaran, saya dan staf desa lainnya sudah membantu warga.Bahkan, warga yang sakit itu mendatangi saya untuk meminta bantuan, dan kami langsung berkoordinasi dengan pihak ambulans serta staf desa,” tegas Iis.

Iis juga menambahkan bahwa ia secara pribadi mendatangi warga yang sakit untuk melakukan pemeriksaan awal demi mencegah kesalah pahaman. Terkait pemberitaan media yang menyudutkan pemerintah desa, Iis menyatakan bahwa sepengetahuannya tidak ada awak media yang datang untuk mengkonfirmasi terkait dugaan keracunan.

Reporter: AC – DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *