Jabar- InformanNews.com- Rumah Eco Enzym dan Kompos yang didirikan oleh Deviani di kota Tasikmalaya bertujuan sebagai ruang hidup bersama dalam mewujudkan kelestarian lingkungan dan bumi pertiwi.

Devi berpendapat bahwa sebuah rumah yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga tumbuh dari semangat kolaborasi, kepedulian, dan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi. Ia menjadi wadah bagi berbagai komunitas pegiat lingkungan untuk berkumpul, belajar, berbagi, dan bergerak dalam satu arah yang sama: menyelesaikan persoalan sampah dari akarnya. Di rumah ini, setiap langkah kecil dihargai. Dari mengolah sampah organik menjadi eco enzym dan kompos, hingga membangun kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya. Rumah ini bukan sekadar tempat praktik, tetapi juga pusat pembelajaran dan inspirasi—tempat di mana ilmu bertemu aksi, dan kesadaran berubah menjadi gerakan nyata.

Rumah Eco Enzym Dan Kompos yang telah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari pihak instansi pemerintah, baik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bahkan telah mendapat kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, agar dapat menjadi jembatan yang menyatukan beragam latar belakang: warga, komunitas, pelajar, hingga relawan. Di dalamnya, perbedaan dilebur menjadi kekuatan kolektif untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Bersama-sama, setiap individu diajak untuk memahami bahwa urusan sampah bukan hanya tanggung jawab sebagian orang, melainkan tanggung jawab bersama.

Lebih dari itu, rumah ini berperan dalam menumbuhkan budaya tertib sampah dan tertib lingkungan. Sebuah budaya yang tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui kebiasaan, keteladanan, dan konsistensi. Dari rumah ini, diharapkan lahir perubahan pola pikir—bahwa sampah bukan akhir, melainkan awal dari siklus kehidupan yang baru. Dengan semangat gotong royong dan keberlanjutan, Rumah Eco Enzym Dan Kompos menjadi titik temu harapan. Tempat di mana langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama mampu menciptakan dampak besar bagi lingkungan, hari ini dan masa depan. Tuturnya.

Deviani seorang ibu yang gigih dalam mengkampanyekan pelestarian alam sebagai bakti terhadap bumi pertiwi, dirinya patut ditauladani sebagai kartini yang berkiprah memberikan sumbangsih terhadap bangsa. Tidak hanya sebatas teori diatas kertas, Founder Rumah Eco Enzym Dan Kompos ini pantang menyerah dalam menjalankan misinya untuk kelestarian lingkungan, dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan aksi lingkungan seperti kocor eco enzym, edukasi masyarakat untuk memilah sampah atau mengelola limbah rumah tangga, sehingga sosok devi sangat dibutuhkan masyarakat banyak dari berbagai kalangan masyarakat yang ingin belajar mengelola limbah seperti yang dilakukannya, terutama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Semoga jejak langkah deviani ini menjadi contoh yang dapat dilanjutkan oleh generasi muda agar bumi tetap lestari, bahkan Devi berharap langkahnya bukan hanya diwujudkan di Kota Tasikmalaya atau di Jawa Barat saja, semoga dapat diikuti diseluruh wilayah NKRI agar terwujud bumi lestari diseluruh nusantara tercinta ini.

Dewan penasehat Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) Buya Prof, Dr, Adv Hamdan Firmansyah, M.M.Pd, M.Si, M.H., C.L.A., C.T., C.M.T. yang juga sebagai pakar hukum mengapresiasi kegiatan Rumah Eco Enzym Dan Kompos yang didirikan oleh Deviani, Prof, Hamdan mengatakan, Rumah Eco Enzym Dan Kompos sebuah kegiatan yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dapur menjadi produk bernilai guna, dengan menajemen produksi yang disiplin dan sistem edukasi masyarakat yang berkesinambungan, konsep ini mengubah sisa sampah produksi rumah tangga dan limbah organik lainnya menjadi pupuk cair, cairan pembersih dan kompos. Metode ini sangat efektif untukq mengubah limbah organik dan kegiatan sangat membantu pemerintah dalam upaya mengelola sampah pada sumber, sehingga dapat mengurangi tumpukan sampah pada tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.

Secara lebih luas, inisiatif ini sangat membantu program pemerintah dalam beberapa aspek utama: pengurangan beban TPA, peningkatan kualitas lingkungan dan pengendalian lingkungan, pertanian ramah lingkungan, Net Zero Emission (NZE), Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PKK) dan Kesehatan Masyarakat.

Dengan demikian, gerakan Rumah Eco Enzym Dan Kompos ini sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat, lingkungan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi kreatif hijau. Jadi sudah seharusnya pemerintah mendukung aksi nyata tersebut agar dapat berjalan optimal.”Tutupnya.

Ahmad Sastra

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *