Berita Utama Daerah Pendidikan

Kepala SMPN 2 Ngamprah Buka Suara: Tegaskan Tak Tahu Soal Dugaan Pelecehan dan Klarifikasi Kondisi Toilet Sekolah

NGAMPRAH, INFORMANNEWS – Pihak manajemen dan Kepala SMPN 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya isu viral di media sosial Instagram mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap siswi/alumni, dugaan pungutan infak sebesar Rp10 ribu, hingga keluhan kerusakan fasilitas toilet sekolah.

Menjawab tuduhan yang beredar di media sosial mengenai dugaan tindakan pelecehan seksual yang disangkakan kepada oknum guru Bahasa Inggris, pihak sekolah secara tegas membantah mengetahui peristiwa tersebut dan menyatakan masih melakukan verifikasi internal, Rabu 19-08-2026.

“Terkait dugaan pelecehan itu, kami menjawab secara tegas bahwa kami tidak tahu. Bukan tidak ingat, tetapi secara terus terang kami memang tidak tahu mengenai isu tersebut, apalagi yang disampaikan oleh alumni. Kami masih melakukan verifikasi internal terkait hal ini.” ujar agus samsu Kepala SMPN 2 Ngamprah.

Senada dengan isu pelecehan, pihak sekolah juga membantah mengetahui adanya tuduhan pungutan biaya atau infak sebesar Rp10, 000 yang sempat memicu polemik di kalangan netizen.

Sementara itu, terkait keluhan rusaknya fasilitas toilet siswa dan ketiadaan pintu pada ruang WC laki-laki, pihak sekolah menjelaskan bahwa perbaikan sarana prasarana sekolah sebenarnya telah diprogramkan secara bertahap melalui alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pihak sekolah merinci bahwa anggaran perawatan dana BOS dialokasikan untuk perbaikan skala kecil sesuai kebutuhan lapangan, seperti perbaikan tempat duduk, kunci pintu, hingga pemeliharaan pintu toilet.

“Fasilitas toilet yang rusak memang sudah masuk dalam program perawatan sekolah. Mengenai rasio toilet, dengan jumlah siswa sebanyak 1.163 orang, idealnya rasio pembagi adalah 1 toilet untuk 40 siswi dan 1 toilet untuk 25 siswa. Saat ini kami memang masih kekurangan sekitar 15 unit toilet.” tutur agus.

Pihak sekolah menambahkan bahwa proses pengerjaan dan pemenuhan pintu toilet siswa laki-laki saat ini sedangdi fasilitasi dan ditangani oleh pihak sekolah agar kegiatan belajar mengajar kembali kondusif.

Isi Dugaan Pelecehan: Pihak sekolah menegaskan tidak tahu-menahu mengenai isu yang melibatkan oknum guru Bahasa Inggris dan alumni, serta sedang melakukan verifikasi internal.

Reporter; AC – DS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *