Bandung Barat – InformanNews||Polsek Cikalongwetan Polres Cimahi menggelar kegiatan Police Goes to School di LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar pembinaan karakter dan penyuluhan kenakalan remaja kepada ratusan pelajar.
Sebanyak ±250 peserta didik gabungan dari SMK IGASAR PINDAD dan LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia mengikuti penyuluhan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut. Hadir langsung sebagai pemateri Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., didampingi Kasium Aiptu Tedi Iswahyudi.
Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti undangan LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia Nomor 040/LEMDIKLAT-TNI/VII/2026 tanggal 18 Juli 2026 tentang pemateri Pendidikan Karakter Gabungan.

Materi Komprehensif: Dari Definisi hingga Sanksi Hukum
Dalam pemaparannya, Kapolsek Cikalongwetan menguraikan secara rinci pengertian kenakalan remaja sebagai perilaku yang melanggar norma agama, kesusilaan, tata tertib sekolah, maupun peraturan perundang-undangan.
“Bentuk-bentuk yang paling sering terjadi di kalangan pelajar saat ini antara lain tawuran, perundungan atau bullying baik langsung maupun di media sosial, balap liar, penyalahgunaan narkotika, vandalisme, pergaulan bebas, judi online, hingga penyebaran hoaks dan ujaran kebencian,” jelas AKP Deden.
Kapolsek juga memaparkan dasar hukum yang mengikat, mulai dari UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, hingga UU ITE No. 19 Tahun 2016 terkait penyebaran informasi bohong di dunia maya.
Ia menekankan dampak kenakalan remaja tidak hanya merugikan diri sendiri seperti terganggunya kesehatan fisik-mental, masa depan, dan berurusan dengan hukum. “Bagi keluarga menimbulkan rasa sedih dan beban biaya. Bagi masyarakat mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.
Sinergi Cegah Kenakalan Remaja
Pimpinan LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan kepolisian untuk membentuk generasi muda yang disiplin dan taat hukum.
Sebagai solusi, AKP Deden mengajak pelajar memilih lingkungan pergaulan positif, mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif seperti olahraga, keagamaan, dan organisasi, serta membangun komunikasi terbuka dengan orang tua dan guru.
Sesi tanya jawab berlangsung antusias. Para peserta mengajukan pertanyaan terkait penanganan kasus dan cara melindungi diri dari pengaruh buruk. Pemateri menjawab dengan contoh kasus nyata yang pernah terjadi di wilayah Kecamatan Cikalongwetan.
Polsek Cikalongwetan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai upaya preventif dalam menekan angka kenakalan remaja di wilayah hukumnya. (Red)




