KBB- InformanNews.com|| Perguruan pencak silat tradisional gadjah putih padepokan jaya pusaka, adalah salah satu wadah pelestarian budaya seni pencak silat tradisional yang beralamat di Kampung pamecelan, desa sukajaya, kecamatan lembang, kabupaten bandung barat.

Dalam kondisi redupnya budaya tradisional di bandung barat, perguruan ini tetap terus menjalankan kegiatan rutinnya yaitu latihan pencak silat. para murid atau peserta didiknya yang berlatarbelakang pelajar SD dan SMP ini mereka tetap semangat dalam mengikuti kegiatan latihan walaupun dengan sarana dan prasarana yang sangat minim.

Mereka juga tetap semangat dan termotivasi untuk melestarikan budaya nenek moyang dan berkeinginan untuk meraih prestasi dibidang pencak silat, sehingga dapat memberikan kebanggaan kepada orang tua mereka, karena mereka bangga dapat melestarikan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang atau leluhur.

Cinta seorang siswi SMP berasal dari kampung babakan desa sukajaya mengatakan, dirinya sudah mengikuti kegiatan pelatihan dipladepokan jaya pusaka selama 3 tahun lebih, akan tetapi belum pernah mengikuti event-event kebudayaan khususnya pencak silat, ia ingin sekali meraih prestasi agar dapat memberikan kebanggaan kepada orang tuanya,” pungkasnya.

Ditambahkan oleh Dika, murid padepokan yang masih duduk di sekolah dasar ini menyatakan, dirinya giat mengikuti kegiatan latihan seni bela diri pencak silat termotivasi ingin melestarikan budaya nenek moyang dan ingin meraih prestasi didunia persilatan sehingga menjadi kebanggaan diri dan orang tua.

Kegiatan rutin latihan pencak silat ini dilaksanakan dua kali dalam satu minggu, gadjah putih merupakan perguruan silat besar dan ternama khususnya di jawa barat, tapi sangat disayangkan minimnya dukungan dan pembinaan kegiatan ini sehingga kurang terlihat kiprahnya.

Pencak silat tradisional bukan hanya kegiatan latihan beladiri, tetapi sebagai wahana edukasi bagi anak-anak tentang norma ataupun ajaran leluhur, silat mengandung banyak makna dan amanat leluhur terutama tentang mengajarkan budi pekerti, contohnya semakin tinggi ilmu semakin merendah seperti layaknya pohon padi, semoga pencak silat tradisional kedepannya mengalami kemajuan, hal itu sangat mustahil tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya pihak pemerintah, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, pemerintah daerah, pemerintah daerah provinsi, dan juga pemerintah pusat.

“Ahmad Sastra”

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *