KBB- InformanNews.com– Budaya adalah bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa.

Negara kita adalah negara yang kaya akan keragaman, dari sabang sampai merauke berbeda suku bangsa dan seni budayanya, mulai dari pakaian adat, seni tari, seni bela diri, makanan tradisional, upacara adat dan lain sebagainya.

Hal itulah yang menjadikan negara kita sebuah negara yang kaya dan diminati oleh turis mancagera untuk mengunjunginya. Untuk membangun pemajuan kebudayaan, perlu adanya peran aktif dan peran serta berbagai pihak, baik itu masyarakat maupun pemerintah.

Terutama bagi generasi muda atau yang tenar disebut Gen-z, yang saat ini kurang meminati sektor kebudayaan, hal ini diperlukannya dorongan pihak pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar mencari langkah strategis dalam memotivasi generasi muda untuk aktif didalam pemajuan kebudayaan.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Mutiara Nuraini, seorang gadis muda yang aktif dalam kegiatan seni bela diri tradisional pencak silat, ia menyampaikan, pencak silat bukan sekedar olah raga atau seni pertahanan semata, melainkan warisan budaya luhur yang menjadi jati diri bangsa indonesia. Sebagai generasi muda, kita harus bangga memilikinya.

Melalui pencak silat, kita tidak hanya melestarikan budaya nusantara, tetapi juga menempa karakter yang tangguh, disiplin dan berbudi luhur. Jadi mari kita buktiksn bahwa Gen-z bisa keren dengan mencintai dan melestarikan budaya sendiri, bukan sekadar ikut-ikutan budaya luar. Ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut Yessa Amandha selaku founder Ruah Hijau dan kepala divisi kampanye dan advokasi lingkungan Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI), budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tapi fondasi yang membentuk jati diri bangsa. didalamnya ada nilai sejarah dan cara pandang yang tidak bisa digantikan oleh budaya luar manapun.

Ditengah arus globalisasi, mencintai budaya sendiri bukan pilihan yang ketinggalan zaman, tapi bentuk kesadaran dan keberanian untuk tetap berdiri pada identitas. Generasi muda tidak hanya berperan sebagai penikmat, tapi juga penjaga dan penerus. Budaya tidak akan hilang karena waktu, tapi bisa hilang karena diabaikan. Karena itu sudah saatnya generasi sekarang mengambil peran, membuktikan bahwa budaya indonesia tetap hidup relevan dan layak dibanggakan.”Tutupnya.

(Ahmad Sastra)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *