Berita Utama Sosial

Fiona Euis Tjantiari Collaghan: Dari Layar Kaca hingga Perjuangan Adat dan Alam Pasundan

Bandung — InformanNews||Nama Fiona Euis Tjantiari Collaghan, M.Si mungkin sudah tak asing. Sebagai artis, model, presenter, mentor, dan praktisi komunikasi internasional, ia dikenal sebagai perempuan multitalenta yang tangguh. Namun di balik kesibukannya di dunia hiburan, Fiona menyimpan kepedulian besar terhadap kelestarian lingkungan dan budaya Nusantara, khususnya tanah Pasundan.

Tergerak oleh Kerusakan Alam dan Lunturnya Budaya

Perempuan berdarah Inggris dan Sunda ini mengaku terpanggil untuk bergerak setelah melihat kondisi lingkungan yang kian rusak. Tak hanya alam, aspek budaya pun menurutnya semakin tergerus modernisasi hingga hampir punah.

Kepeduliannya semakin kuat karena latar belakang dirinya sebagai keturunan Sukapura Galunggung. Melihat tanah leluhurnya kehilangan jati diri Sunda membuatnya prihatin.

“Dulu leluhur kami sangat menghormati dan menjaga alam. Sekarang banyak pembangunan yang mengesampingkan kelestarian. Saya tidak rela,” ujar Fiona.

Mendirikan Yayasan dan Menyandang Gelar Adat

Sebagai bentuk nyata perjuangannya, Fiona mendirikan Yayasan Ranagara Sukapura Nusantara. Salah satu fokus yayasan ini adalah memberdayakan masyarakat adat, khususnya di Desa Adat/Kabuyutan Besek dan wilayah Nusantara lainnya.

Semangatnya semakin menguat setelah ia dianugerahi gelar adat Raden Siti Dewi Munigar oleh para tetua adat. Gelar itu, baginya, mengalirkan kembali darah perjuangan leluhur.

“Dalam diri saya mengalir darah pejuang dari Batari Hyang Janapati, raja perempuan pertama di tanah Sunda yang dikenal pemberani, cerdas, dan bijaksana,” katanya.

Komitmen di Ranah Kebijakan

Selain aktif di lapangan, Fiona juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI). Di posisi ini ia rutin menyampaikan aspirasi terkait lingkungan dan budaya kepada instansi pemerintah.

Komitmennya jelas: terus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan mewujudkan alam yang lestari dan berkeadilan.

Di tengah hingar-bingar dunia hiburan, Fiona memilih jalur lain. Ia membuktikan bahwa popularitas bisa digunakan sebagai jembatan untuk menyuarakan isu yang sering terpinggirkan: alam dan budaya yang menjadi akar identitas bangsa. (Ahmad Sastra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *