Sukabumi- InformanNews.com|| Tersendatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU 34.431.17 Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Minggu (12/7/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan para sopir truk dan kendaraan niaga karena menghambat aktivitas pengangkutan barang.
Sejak pagi hari, puluhan kendaraan berbahan bakar solar tampak mengular memasuki area SPBU. Truk, mobil boks, hingga pikap harus menunggu giliran selama berjam-jam setelah pasokan solar sempat mengalami kekosongan akibat keterlambatan pengiriman.
Salah seorang sopir truk mengungkapkan bahwa antrean panjang berdampak langsung terhadap pekerjaannya. Waktu distribusi menjadi molor dan biaya operasional ikut bertambah.
“Kami hanya berharap pasokan solar kembali lancar. Kalau harus mengantre berjam-jam seperti ini, pengiriman barang jadi terlambat dan pekerjaan ikut terganggu,” tuturnya.
Pengawas SPBU 34.431.17 Purabaya, Cahya, menjelaskan bahwa antrean terjadi karena pasokan solar dari Pertamina datang tidak sesuai jadwal. Menurutnya, keterlambatan distribusi telah berlangsung sekitar tiga hari sehingga stok di SPBU sempat habis.
“Pengiriman baru masuk pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB. Karena sebelumnya stok kosong, kendaraan yang sudah menunggu langsung datang untuk mengisi sehingga terjadi penumpukan antrean,” jelas Cahya.
Ia menerangkan, distribusi solar ke SPBU tersebut umumnya dilakukan setiap dua hari sekali. Namun, keterlambatan pada pengiriman terakhir membuat pelayanan kepada konsumen tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Meski demikian, Cahya memastikan stok BBM jenis Pertalite maupun Pertamax tetap tersedia dan tidak mengalami kendala.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin. Mudah-mudahan distribusi dari Pertamina kembali normal sehingga kebutuhan solar masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengantre panjang,” katanya.
Para pengemudi berharap persoalan keterlambatan distribusi dapat segera diatasi. Mereka menilai kelancaran pasokan solar sangat penting untuk menjaga aktivitas logistik dan distribusi barang tetap berjalan, terutama di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang bergantung pada kendaraan angkutan berbahan bakar solar. ( BJ )




