Kota Sukabumi- InformanNews|| Enam pelajar diamankan jajaran Polsek Cikole setelah diduga hendak terlibat aksi tawuran di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (11/9/2026) siang.
Pengamanan tersebut dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat mengenai keberadaan sekelompok pelajar yang berjalan bersama menuju kawasan Jalan Ir. H. Juanda bagian atas.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti anggota kepolisian yang berada di sekitar lokasi. Dari pemantauan petugas, rombongan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 15 pelajar tersebut menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.
Situasi semakin mengundang perhatian ketika salah seorang pelajar terlihat seperti menyembunyikan benda di balik bajunya. Petugas bersama warga lantas melakukan pengejaran hingga beberapa pelajar berhasil dihentikan.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan satu bilah senjata tajam jenis cerulit yang diduga dibawa oleh salah seorang pelajar.
Enam pelajar yang diamankan masing-masing berinisial R (16), M (14), AA (14), IF (14), MA (14), dan AL (14). Mereka diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, membenarkan penindakan tersebut. Menurutnya, pengamanan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat mengenai dugaan rencana tawuran antarpelajar.
“Benar, anggota Polsek Cikole menerima laporan masyarakat terkait adanya sekelompok pelajar yang diduga akan melakukan tawuran. Setelah dilakukan pengecekan, enam pelajar berhasil diamankan dan ditemukan satu bilah senjata tajam jenis cerulit,” ujar Ade, Sabtu (12/9/2026).
Setelah diamankan, para pelajar menjalani pemeriksaan untuk mendalami aktivitas mereka sebelum dihentikan petugas. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
“Kami melakukan langkah-langkah mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi, mengamankan barang yang ditemukan, hingga berkoordinasi dengan pihak sekolah,” jelasnya.
Ade menegaskan, kepolisian akan terus melakukan upaya pencegahan terhadap potensi tawuran pelajar, khususnya di lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya kelompok pelajar.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak membawa senjata tajam maupun terlibat dalam aksi kekerasan.
“Kami mengimbau para pelajar agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun membawa senjata tajam. Kami juga mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Koordinasi dengan pihak sekolah dan pihak terkait lainnya juga dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap keenam pelajar tersebut. ( Jiend)




