SUKABUMI – InformanNews || Menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) bukan hanya tentang mengenal pertolongan pertama. Di dalamnya terdapat proses membangun kepedulian, kedisiplinan, keberanian hingga kemampuan bekerja sama.
Nilai-nilai tersebut coba ditanamkan dalam Latihan Gabungan (Latgab) PMR tingkat Madya dan Wira se-Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Kampung Neglasari, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade.
Kegiatan yang digelar 25–27 September 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).
Sebanyak 27 sekolah tingkat SLTP dan SLTA terlibat dalam kegiatan tersebut. Selama tiga hari, para peserta mengikuti pembekalan kepalangmerahan sekaligus mengasah kemampuan melalui berbagai aktivitas yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kompetisi.
Ketua Pelaksana Latgab, Yosep Rustandi, mengatakan kegiatan sengaja dirancang tidak hanya berorientasi pada perlombaan. Menurutnya, aspek pembinaan menjadi bagian penting agar anggota PMR memiliki bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR. Karena itu, berbagai materi dan kegiatan sudah kami siapkan selama tiga hari,” kata Yosep.
Peserta mendapatkan workshop kepalangmerahan dengan pemateri dari PMI Kabupaten Sukabumi. Mereka juga mengikuti tujuh kategori perlombaan, yakni Pertolongan Pertama (PP), Lomba Keterampilan Tanggap Darurat (LKTD), paduan suara, traveling, PMR Pintar, pentas seni dan Mojang Jajaka (Moka).
Menurut Yosep, setiap perlombaan memiliki tantangan berbeda. Peserta dituntut mampu menunjukkan keterampilan sekaligus membangun kekompakan dengan anggota kelompoknya.
“Kami berharap peserta tidak hanya mengejar prestasi dari perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman, membangun kekompakan, disiplin, kepedulian, dan semangat kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperebutkan piala bergilir PMI Kabupaten Sukabumi dan PMI Kecamatan Surade.
Sementara itu, perwakilan PMI Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fiqri, menilai keberadaan PMR memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Ia mengatakan latihan bersama perlu dilakukan secara berkala agar kemampuan anggota PMR terus berkembang dan mereka memiliki kesiapan ketika nantinya terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
“Kegiatan latihan gabungan PMR Wira Madya ini memang harus rutin dilakukan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai relawan di lapangan nantinya,” kata Ahmad.
Ahmad berharap nilai yang diperoleh selama Latgab dapat dibawa pulang oleh peserta dan diterapkan di lingkungan masing-masing.
“PMR diharapkan menjadi garda terdepan bagi kemanusiaan di wilayahnya masing-masing. Paling kecil tentunya di keluarga, kemudian di sekolah dan lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, pertemuan peserta dari berbagai sekolah juga menjadi kesempatan untuk saling belajar. Interaksi tersebut diharapkan memperluas pengalaman sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antaranggotanya.
“Mudah-mudahan dari latihan gabungan ini mereka bersama-sama dapat meningkatkan kapasitas, mendapatkan pengalaman baru, hingga meningkatkan mutu kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Dari unsur pemerintah kecamatan, Camat Surade Usep Supelita turut mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Jaga keselamatan selama mengikuti kegiatan. Ikuti seluruh rangkaian dengan sebaik-baiknya dan manfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengalaman serta keterampilan,” kata Usep.
Pembukaan Latgab turut dihadiri unsur Forkopimcam Surade, perwakilan PMI Kabupaten Sukabumi, Ketua PGRI Kecamatan Surade, para kepala UPT/UPTD, kepala desa, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.
Bagi panitia, momentum HUT ke-81 PMI menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran PMR sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Yosep berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang terus berjalan sehingga semakin banyak remaja memiliki keterampilan, kepekaan sosial dan semangat untuk membantu sesama.
“PMR merupakan wadah pembinaan generasi muda. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan sejak dini, serta melahirkan anggota PMR yang terampil, tanggap dan siap membantu sesama,” pungkasnya. (JiEnd)




