Berita Utama Pertanian

Dari Cisarua untuk Indonesia: Polres Cimahi Bantu Petani Budidaya Bawang Putih

CIMAHI – InformanNews||Jajaran Kepolisian RI mulai dari Mabes Polri, Polda, hingga Polres secara serentak mendukung program pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional. Salah satu langkah konkret dilakukan Polres Cimahi melalui kegiatan penanaman bawang putih bersama kelompok tani di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Program ini merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor. Saat ini sekitar 92% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Dukungan Serentak Jajaran Polri

Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi mengatakan kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran kewilayahan.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres jajaran. Kita mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada bawang putih nasional,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pengembangan budidaya di daerah menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Kita berharap melalui program ini Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bawang putih. Kami juga mendapat dukungan dari kelompok tani yang akan memulai penanaman bawang putih,” katanya.

Cisarua dan Gunung Halu Jadi Lahan Percontohan

Penanaman di Cisarua diharapkan menjadi proyek percontohan yang nantinya dapat dikembangkan ke wilayah lain. Selain Cisarua, wilayah Gunung Halu juga diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan budidaya bawang putih.

Tidak hanya menanam, Polres Cimahi juga menyalurkan bantuan kepada Gapoktan di Gunung Halu dan Cisarua berupa:

  • Kultivator
  • Berbagai alat pertanian
  • Bibit dan pupuk
  • Sembako

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani.

“Kalau penanaman bawang putih di Cisarua maupun Gunung Halu berhasil, insyaallah akan diikuti oleh Gapoktan lainnya yang ada di wilayah Polres Cimahi,” ujar AKBP Faruk.

Tantangan dan Harapan Budidaya
Kapolres menjelaskan, budidaya bawang putih memiliki persyaratan dan karakteristik khusus. Di Jawa Barat, pengembangan komoditas ini masih relatif terbatas.

Karena itu, penanaman saat ini diharapkan menjadi uji coba untuk melihat potensi pengembangan sekaligus mendorong lebih banyak petani tertarik membudidayakannya.

Dari sisi pemasaran, hasil panen nantinya ditargetkan memiliki kepastian penyerapan agar petani tidak kesulitan menjual. Penyerapan dapat dilakukan melalui Bulog maupun kerja sama langsung dengan Gapoktan di sentra produksi.

“Untuk sentra bawang putih di Pulau Jawa antara lain berada di Tegal, Temanggung dan Karanganyar. Bibit yang kita tanam ini didatangkan dari Tegal,” jelasnya.

Ia berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dengan umbi berukuran bagus dan nilai jual tinggi.

“Harapannya bawang putih yang ditanam bisa tumbuh subur, ukurannya bagus dan harga jualnya tinggi. Kalau harganya baik, tentu akan meningkatkan pendapatan dan mengangkat perekonomian Gapoktan,” pungkasnya.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat sektor pertanian di Jawa Barat.

Dengan dukungan kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani, pengembangan bawang putih di Cisarua dan Gunung Halu diharapkan menjadi langkah awal menuju budidaya yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah hukum Polres Cimahi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *