BANDUNG BARAT INFORMANNEWS. COM

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kp. Cihampelas, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah mulai menuai kritik pedas. Kualitas nutrisi, transparansi anggaran, hingga profesionalisme pengelolaan dapur MBG kini menjadi sorotan warga dan aktivis antikorupsi.

Berdasarkan pantauan dan laporan dari sejumlah warga penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan, hidangan yang diberikan dianggap jauh dari kata “bergizi seimbang”

. Foto menu yang beredar menunjukkan porsi nasi kuning dengan lauk tempe orek, sedikit selada, dan potongan timun. Warga mempertanyakan apakah komposisi tersebut sudah memenuhi standar gizi yang dijanjikan pemerintah, terutama jika disandingkan dengan nilai anggaran per porsi yang dialokasikan.

Kritik keras datang dari Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional, Edi Hunter. Ia menyayangkan adanya indikasi “pukul rata” dalam penyajian menu bagi 671 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki kebutuhan biologis berbeda.

“Seharusnya pihak SPPG atau Dapur MBG memberikan kejelasan terkait menu yang dihidangkan. Kebutuhan nutrisi untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita ( MBG B3) itu berbeda secara medis. Bagaimana mungkin porsi dan gizinya disamakan? Ini soal kesehatan generasi, bukan sekadar proyek bagi-bagi makanan,” tegas Edi Hunter saat ditemui di tempat terpisah.

Transparansi Harga dan Peran Satgas BGN
Selain masalah gizi, Edi juga menyoroti transparansi daftar harga per menu. Masyarakat berhak tahu berapa biaya yang dikeluarkan negara untuk setiap kotak makanan tersebut agar tidak menjadi celah praktik pungli atau korupsi di tingkat lokal.

“Pihak Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh diam saja. Mereka harus segera turun tangan melakukan sidak dan audit ke Dapur MBG Kp. Cihampelas. Jangan sampai program mulia Presiden ini justru menjadi ajang mencari keuntungan pribadi oleh oknum-oknum di lapangan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Bojongkoneng masih menunggu perbaikan kualitas menu dan penjelasan resmi dari pihak pengelola dapur terkait standarisasi gizi bagi kategori penerima manfaat yang berbeda-beda.

Saat di konfirmasi kepala SPPG Bakti teguh Dapur Desa Bojongkoneng meng iyakan menu tersebut disamakan ” menu hari ini untuk ,Ibu menyusui,ibu hamil serta balita ( MBG 3 B ) memang benar Nasi kuning ujarnya di tanya masalah berapa harga per porsi ia tidak menjawab.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *