Berita Utama Politik

Anton Suratto Resmi Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jabar: Target Kembalikan Kejayaan di Pemilu 2029

BANDUNG – InformanNews || Anton Sukartono Suratto resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat. Langkah ini menjadi momentum penting bagi Anton untuk kembali memimpin organisasi partai berlambang bintang mercy tersebut di provinsi terbesar kedua di Indonesia ini.

Dilansir laman resmi demokratjabar.or.id, pendaftaran Anton berlangsung di Kantor DPD Demokrat Jawa Barat, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, pada Kamis (13/8/2026).

Kehadirannya disambut antusias dengan diantar langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Para pimpinan DPC yang mendampingi antara lain Tarsuli (Pangandaran), Anjar Asmara (Ciamis), Iman Adinugraha (Kabupaten Sukabumi), Dede Candra Sasmita (Kabupaten Bogor), dr Ratnawati (Kabupaten Cirebon), Rony Hermawan (Kota Bekasi), serta Pendi Anwar (Karawang).

Dukungan juga datang kuat dari pimpinan DPC se-area Bandung Raya diantaranya, Saeful Bachri (Kabupaten Bandung), Imam Tunggara (Kabupaten Bandung Barat), Agung Budi Santoso (Cimahi), dan Aan Andi Purnama (Kota Bandung).

Berkas persyaratan pencalonan Anton diterima secara resmi oleh Herlas Juniar atas nama Steering Committee (SC) Musda VI DPD Demokrat Jabar. Turut mendampingi proses pendaftaran adalah Muhammad Handarujati Kalamullah selaku Ketua Organizing Committee (OC), serta dr Hj Ratnawati selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jawa Barat.

Kantongi Dukungan Penuh

Dalam pernyataannya di lokasi pendaftaran, Anton menyampaikan bahwa awalnya ia hanya mematok dukungan dari 24 DPC. Namun pada hari pendaftaran, dukungan bertambah menjadi tiga lagi hingga mencakup seluruh wilayah Jawa Barat.

“Awalnya saya punya modal 24 DPC, tapi saat hadir di sini ternyata dukungan saya bertambah tiga. Jadi full 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat mendukung saya. Insyaallah ini berjalan secara aklamasi,” ujar Anton yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Keputusan untuk mendaftar pun diambil setelah masa pendaftaran dibuka pada 10 Agustus hingga beberapa hari berikutnya belum diisi kandidat lain.

“Pendaftaran dibuka dari tanggal 10 sampai 16. Tanggal 10 belum ada yang daftar, tanggal 11 belum ada, tanggal 12 masih kosong. Ya sudah, kalau begitu saya maju,” jelasnya.

Target Kembalikan Kejayaan Demokrat Jabar

Jika kembali dipercaya memimpin DPD Demokrat Jawa Barat, Anton mengaku memiliki tugas besar untuk mengembalikan kejayaan partai di tanah Pasundan. Ia menargetkan Demokrat Jabar kembali menjadi kekuatan politik tangguh yang mampu bersaing ketat pada kontestasi pemilu tahun 2029 mendatang.

“Tugas utama kita adalah menjadikan Jabar juara. Pada periode lalu saya dianggap belum berhasil, makanya itu menjadi hutang prestasi saya. Mudah-mudahan pada tahun 2029 nanti saya bisa mewujudkannya kembali,” tegasnya.

Pembenahan akan dimulai dari dalam partai. Anton menegaskan struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah menjadi kunci kemenangan.

“Yang pertama kita urus diri sendiri dulu. PAC, Ranting, hingga Anak Ranting adalah ujung tombak perjuangan kita. Kita pastikan mereka terurus dengan baik,” katanya.

Selain struktur internal, persiapan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga menjadi prioritas utama. Menurut Anton, saksi tidak boleh dipersiapkan mendadak saat menjelang pemilu, melainkan harus dilatih sejak jauh hari agar paham tugas dan tanggung jawabnya.

“Kita pastikan di setiap TPS pasti ada saksi yang terlatih. Bukan saksi yang dipanggil saat butuh saja. Tidak ada prajurit yang baru dilatih saat perang, yang ada hanyalah prajurit yang sudah siap tempur,” ungkapnya.

Oleh karena itu, seluruh DPC Demokrat di Jawa Barat akan didorong segera menggelar pelatihan hingga apel saksi sebagai bagian dari persiapan matang menghadapi pemilu mendatang.

Jawab Aspirasi Masyarakat Secara Nyata

Dari sisi hubungan eksternal, Anton meminta seluruh kader dan anggota legislatif Demokrat di Jawa Barat lebih aktif mendengar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kunjungan ke daerah pemilihan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya saat menjelang pemilu.

“Kita harus tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat. Selama kita bisa bantu, melalui kinerja anggota dewan yang kita miliki, kita pasti usahakan bantuannya,” ucapnya.

Ia juga akan mewajibkan seluruh anggota legislatif Demokrat memanfaatkan masa reses untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Saya akan awasi setiap reses agar mereka turun ke dapil masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi warga yang membutuhkan,” pungkas Anton. **(R-03) – (DRIV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *