LEMBANG, INFORMANNEWS – Pemerintah Desa Cikole bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikolemenggelar panen perdana budidaya bawang Sumenep di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Proyek pertanian ini merupakan alih fokus program ketahanan pangan desa yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir dengan melibatkan kelompok kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Cikole.
Kepala Desa Cikole, Haji Tajudin, menjelaskan bahwa program penanaman bawang Sumenep tersebut dirancang tidak hanya sebagai unit usaha ekonomi BUMDes, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan ekonomi bagi kaumperempuan di wilayahnya.

“Program ini merupakan pengalihan dari program ketahanan pangan sebelumnya. Selain sebagai unit usaha, adanilai pemberdayaan masyarakat. Pelaksananya adalah ibu-ibu kader PKK yang tersebar di Desa Cikole melaluigagasan UP2K, sehingga mereka diberdayakan untuk membantu peningkatan pendapatan keluarga.” ujar kepala Desa Cikole.
Berdasarkan evaluasi di lapangan, hasil panen perdana ini menunjukkan tingkat produktivitas yang sangat baik. Setiap satu biji bibit yang ditanam mampu menghasilkan 4 hingga 10 biji bawang baru. Secara kalkulasi matematis, penanaman 1 kilogram bibit bawang Sumenep mampu menghasilkan panen berkisar antara 4 hingga 5 kilogram.
“Terkait alur distribusi dan pemasaran hasil panen, Pemdes dan BUMDes Cikole menyiapkannya ke dalam dua alur skema:
Penjualan Langsung: Sebagian hasil panen akan langsung dijual ke pasaran guna memenuhi tingginya permintaan komoditas bawang lokal. Pengolahan Pasca panen: Sebagian hasil panen lainnya akan diolah terlebih dahulu menjadi produk olahan bernilai tambah berupa bawang goreng renyah kemasan.
Kegiatan panen perdana tersebut berlangsung hangat dan turut dihadiri oleh jajaran pengurus BUMDes Cikole, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), koordinator pendamping desa, serta para mahasiswa magang yang ikut mendampingi proses pertanian warga dari masa tanam hingga panen.
Reporter: AC – DS




