Sukabumi- InformanNews.com||Relawan Hilal Merah Indonesia Front Persaudaraan Islam (HILMI-FPI) Kabupaten Sukabumi masih terus bertahan di lokasi kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Memasuki hari keempat masa tanggap darurat, Selasa (28/7/2026), para relawan bersama DPC FPI Cisolok dan DPC FPI Dapil 1 melanjutkan berbagai kegiatan untuk membantu warga yang terdampak musibah.
Selain menyalurkan bantuan logistik dan membantu kebutuhan sehari-hari penyintas, relawan kini memusatkan perhatian pada pemulihan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya dengan membangun jalur distribusi air bersih dari sumber mata air menuju kawasan permukiman yang terdampak kebakaran.
Relawan HILMI-FPI Kabupaten Sukabumi, Abdillah, mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah puluhan rumah adat hangus dilalap api.
“Hari ini kami bersama seluruh tim fokus menarik jaringan pipa dari sumber air menuju lokasi kebakaran agar kebutuhan air bersih warga bisa segera terpenuhi. Kami akan terus berada di sini selama masih dibutuhkan,” ujar Abdillah.
Menurutnya, sejak hari pertama bencana, relawan langsung diterjunkan untuk membantu proses evakuasi, distribusi bantuan kemanusiaan, hingga mendampingi warga dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat berlangsung.
Tak hanya itu, para relawan juga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan lingkungan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Selama proses penanganan masih berjalan, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, kebakaran besar melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan 51 rumah adat dan 49 lumbung padi (leuit) yang berada di RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Hingga kini, proses penanganan pascabencana masih terus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah, relawan, dan berbagai unsur kemanusiaan. (BJ)




