Sukabumi- InformanNews.com|Nama Dedi Kurniadi atau yang akrab disapa Haji Ended semakin dikenal masyarakat, khususnya di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Bukan karena jabatan atau posisi politik, melainkan karena konsistensinya dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang telah dijalankan selama ini.
Bagi sebagian warga Desa Buniwangi, sosok Haji Ended bukan hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial. Ia dikenal sebagai pribadi yang kerap turun langsung membantu masyarakat, menjalin silaturahmi dengan tokoh agama, santri, hingga warga kurang mampu. Kiprah tersebut membuat namanya semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
Pada 19 hingga 22 Juli 2026, Dedi Kurniadi kembali menggandeng Yayasan Golden Future (GF) Indonesia dalam rangkaian kegiatan sosial yang menyasar sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan di berbagai wilayah.
Kegiatan tersebut meliputi penyaluran santunan bagi para santri, bantuan pembangunan sarana MCK, mushala, rumah ngaji, penyerahan Al-Qur’an dan Iqra, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.
Kolaborasi Dedi bersama GF Indonesia sendiri telah berlangsung lebih dari satu tahun. Bantuan yang diberikan dilakukan secara langsung kepada penerima yang benar-benar membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
Di balik aktivitas tersebut, Haji Ended mengaku hanya ingin menjalankan tanggung jawab sebagai sesama manusia untuk saling membantu.
“Saya meyakini bahwa rezeki yang Allah titipkan kepada kita ada hak orang lain di dalamnya. Karena itu, selama masih diberi kemampuan, saya ingin terus berbagi. Bagi saya, membantu masyarakat bukan soal pencitraan, tetapi bentuk ikhtiar agar hidup ini menjadi lebih bermanfaat dan menjadi investasi kebaikan untuk bekal di akhirat nanti,” ujar Dedi Kurniadi.
Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan bersama Yayasan Golden Future Indonesia diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi pesantren, rumah ngaji, dan anak-anak yang membutuhkan perhatian. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat, walaupun tidak besar,” katanya.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Haji Ended juga dikenal aktif di berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan warga, mulai dari pengajian, bakti sosial, hingga aksi kemanusiaan, membuat sosoknya dinilai dekat dengan masyarakat.
Tak sedikit warga yang kemudian berharap Dedi Kurniadi bersedia maju sebagai calon kepala desa pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Buniwangi mendatang.
Salah seorang warga Desa Buniwangi, Pardi (45), menilai Haji Ended merupakan figur yang sudah membuktikan kepeduliannya jauh sebelum muncul wacana Pilkades.
“Pak Dedi itu sudah lama membantu masyarakat. Beliau sering turun langsung, membantu pesantren, santunan anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya. Kami melihat beliau bekerja dengan hati. Karena itu, banyak warga berharap beliau mau maju di Pilkades agar kepeduliannya bisa diwujudkan dalam pembangunan desa,” ungkap Ahmad.
Senada dengan itu, warga lainnya, Siti Nurhayati (39), mengatakan masyarakat membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memahami kebutuhan warga.
“Kami ingin kepala desa yang tidak hanya hadir saat kampanye. Pak Dedi selama ini sudah sering membantu tanpa diminta. Kalau beliau bersedia maju, tentu kami menyambut baik karena masyarakat sudah mengenal rekam jejaknya,” ujarnya.
Meski demikian, Dedi Kurniadi menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini tetap pada kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Mengenai dorongan untuk maju dalam Pilkades, ia mengaku menghormati aspirasi warga dan akan mempertimbangkannya dengan matang.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat. Itu menjadi amanah yang sangat besar. Saat ini saya ingin terus mengabdi melalui kegiatan sosial. Soal Pilkades, tentu semuanya akan saya pertimbangkan dengan memohon petunjuk kepada Allah dan berdiskusi dengan keluarga serta masyarakat,” tuturnya.
Bagi warga Buniwangi, kepedulian Haji Ended menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sebuah jabatan. Melalui aksi nyata yang konsisten, ia telah menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. (BJ)
Caption : Dedi Kurniadi ( berjaket) saat memberikan bantuan di Ponpes




