Berita Utama Daerah

Menyongsong Indonesia Emas: Tingkatkan Kapasitas Pemuda, perwakilan YBAI Aktif Ikuti Pelatihan Public Speaking di Kota Sukabumi.

KOTA SUKABUMI, INFORMANNEWS||15 Juli 2026 — Dalam upaya mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing tinggi, kemampuan komunikasi di depan publik kini tak lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah kebutuhan esensial. Merespons hal tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparapar) Kota Sukabumi sukses menggelar pelatihan public speaking yang melibatkan berbagai elemen kepemudaan, termasuk Yayasan Bintang Alam Indonesia (YBAI).

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini dilakukan di hotel balkony kota sukabumi dengan 30 pemuda terpilih dari ratusan pendaftar, dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bapak Bobby Maulana. Turut hadir mendampingi beliau adalah jajaran Kepala Dinas serta Kepala Bidang Kepemudaan Disparapar Kota Sukabumi, yang menunjukkan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi anak muda di wilayah tersebut.

YBAI mendelegasikan pelatihan ini dihadiri langsung oleh Syahrul Arifin selaku deputi bidang program, Keterlibatan YBAI dalam forum ini merupakan langkah strategis organisasi untuk terus mendorong peningkatan kapasitas diri capacity building setiap anggotanya. Bagi YBAI, public speaking bukan sekadar teori di atas mimbar, melainkan senjata utama dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam berorganisasi, bermasyarakat, maupun saat mempresentasikan ide-ide inovatif ke ranah publik, apalagi YBAI yang selalu terjun ke masyarakat maka kemampuan ini wajib dimiliki oleh anggotanya.

Pelatihan Public Speaking : Psikologi dan Teknis
Untuk memastikan materi yang aplikatif, pelatihan ini menghadirkan dua pakar yang membedah public speaking dari sudut pandang yang berbeda. Sesi pertama di isi oleh Muhammad Hardiansyah, seorang psikolog yang menyoroti fondasi mental dari seorang pembicara.
Dalam pemaparannya, Hardiansyah mematahkan mitos bahwa berbicara di depan umum murni soal bakat vokal. Ia menegaskan bahwa 90% keberhasilan public speaking ditentukan oleh faktor psikologis, sementara aspek teknis hanya menyumbang 10%.

“Kunci utamanya adalah pengenalan medan. Seorang pembicara harus mampu membaca dan memahami siapa audiensnya. Tanpa kesiapan mental dan empati terhadap pendengar, teknik vokal sehebat apa pun tidak akan mampu menyampaikan pesan dengan efektif,” jelas materi yang dibawakan Hardiansyah.

Strategi Delivery : Kemenangan Terjadi Sebelum Naik Panggung
Memasuki sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Miss Aprilia, S.Pd., seorang pakar public speaking sekaligus ekonom lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Beliau menitikberatkan pada seni penyampaian pesan atau delivery.

Miss Aprilia membagikan formula emas dalam memukau audiens, di mana proses delivery dibagi ke dalam dua fase krusial:
Fase Prepare (80%): Kemenangan seorang pembicara ditentukan jauh sebelum ia memegang mikrofon. Fase ini mencakup penaklukan rasa panik, latihan praktik yang konsisten, hingga penguasaan media pendukung (seperti slide presentasi atau alat peraga). Persiapan yang matang adalah tameng terbaik melawan demam panggung.

Fase On Stage (20%): Ini adalah momen eksekusi di mana pembicara menampilkan performa perform mereka. Jika 80% persiapan telah dilakukan dengan maksimal, maka 20% aksi di atas panggung akan mengalir dengan natural, karismatik, dan meyakinkan.

Mendorong Peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Disporapar Kota Sukabumi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah katalisator penting dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kota Sukabumi.

Ahmad sastra sangat mendukung kegiatan seperti ini terus terlaksana mengingat penting nya public Speaking dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital dan kolaborasi saat ini, pemuda dituntut untuk tidak hanya memiliki gagasan brilian, tetapi juga kemampuan untuk mengartikulasikannya dengan memikat. Menuju visi Indonesia Emas 2045, penguasaan public speaking adalah jembatan bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin, negosiator, dan agen perubahan yang tangguh. Melalui inisiatif ini, pemuda kota Sukabumi membuktikan bahwa mereka siap mengambil peran dan bersuara di kancah yang lebih luas.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *