Sukabumi- InformanNews||Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menegaskan bahwa media siber kini memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat modern. Selain menjadi saluran penyebaran informasi, media digital dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zainul usai menghadiri pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya periode 2025–2028 di Pendopo Sukabumi, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran SMSI dalam Membangun Literasi dan Sinergi Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Kemandirian Energi, dan Kondusivitas Investasi” itu dihadiri unsur Forkopimda, organisasi pers, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Zainul menilai perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri media. Menurutnya, pergeseran dari media konvensional menuju platform digital bukan menjadi ancaman, melainkan peluang besar bagi insan pers untuk memperluas jangkauan informasi.
“Perubahan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk terus berinovasi. Media digital memiliki kemampuan menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih cepat dibandingkan media konvensional,” kata Zainul.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, media siber juga berkontribusi dalam memperkenalkan berbagai potensi daerah. Berbagai sektor seperti pariwisata, kuliner, budaya, hingga aktivitas sosial masyarakat dapat dipromosikan secara lebih efektif sehingga memberi dampak positif terhadap perekonomian lokal.
“Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah agar dikenal lebih luas. Dampaknya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Zainul menegaskan fungsi media sebagai pengawas kebijakan publik tetap harus dijaga. Ia menilai kehadiran media digital telah memperkuat ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap berbagai persoalan.
Menurutnya, fenomena “No Viral No Justice” menjadi bukti bahwa informasi yang mendapat perhatian publik sering kali mendorong pemerintah bertindak lebih cepat.
“Fenomena No Viral No Justice menunjukkan besarnya pengaruh media digital. Ketika sebuah persoalan menjadi perhatian publik, respons pemerintah biasanya akan lebih cepat muncul,” tuturnya.
Zainul berharap kepengurusan SMSI Sukabumi Raya yang baru mampu memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan literasi digital masyarakat, menjaga independensi pers, serta terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi mendukung pembangunan daerah.
“Selamat kepada seluruh pengurus SMSI Sukabumi Raya yang telah dilantik. Semoga semakin solid, profesional, dan terus menjadi mitra strategis dalam membangun daerah melalui jurnalisme yang berkualitas,” pungkasnya. (BJ)




