KOTA SUKABUMI– InformanNews||
Perjalanan panjang nan inspiratif dalam mengedukasi masyarakat terkait tata kelola lingkungan akhirnya mencapai titik puncaknya. Kolaborasi epik antara komunitas Restoe Boemi dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sukses menggelar seri terakhir atau titik ke-7 road show sosialisasi pengelolaan sampah di Kecamatan Baros. Berbeda dengan titik-titik sebelumnya, pamungkas rangkaian acara ini dikemas jauh lebih meriah, interaktif, dan penuh dengan aksi nyata.
Kecamatan Baros menjadi saksi bisu bersatunya berbagai elemen masyarakat, pemerintah, dan korporasi dalam satu visi: Sukabumi yang lebih hijau. Suasana semakin bergemuruh dengan hadirnya langsung Ketua Restoe Boemi sekaligus Ibu Wakil Wali Kota Sukabumi, Kia Florita.
Setelah sempat absen karena pemulihan kesehatan, kehadiran beliau di titik terakhir ini seolah menyuntikkan energi ganda bagi seluruh relawan dan warga yang hadir. Beliau didampingi langsung oleh Wakil Ketua Restoe Boemi, Ibu Silvi, serta jajaran manajemen BSI yang tak pernah absen mengawal program kepedulian lingkungan (Corporate Social Responsibility) ini.
Tidak tanggung-tanggung, puncak acara ini juga mendapat atensi penuh dari Pemerintah Kota Sukabumi dengan hadirnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi. Kehadiran pimpinan DLH ini menjadi bentuk legitimasi dan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif akar rumput yang digagas oleh Restoe Boemi dan BSI. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa penanganan isu sampah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi yang terintegrasi.
Daya tarik utama dari gelaran di Baros ini adalah sesi praktik langsung yang melibatkan warga. Jika sebelumnya fokus pada edukasi teoretis pemilahan sampah, kali ini warga diajak langsung “turun tangan” melakukan praktik pengomposan menggunakan metode Lubang Resapan Biopori. Warga diedukasi tentang betapa mudahnya menyulap sampah organik sisa dapur menjadi kompos bernutrisi, sekaligus menciptakan resapan air yang sangat efektif untuk mencegah genangan dan menjaga kualitas cadangan air tanah di lingkungan rumah.
Aksi edukasi lapangan ini tidak luput dihadiri juga oleh Syahrul Arifin. Sebagai anggota aktif Restoe Boemi, Duta Lingkungan Provinsi Jawa Barat, sekaligus Deputi Bidang Program Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI). Rekam jejaknya yang selalu lekat dengan aksi nyata pengabdian kepada masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa masyarakat adalah aktor utama dalam transisi ekologis di tingkat rukun tetangga.
“Menjaga alam bukan sekadar teori di atas kertas, tapi tentang apa yang bisa tangan kita lakukan hari ini. Biopori adalah salah satu jawaban paling sederhana namun berdampak luar biasa bagi tanah Sukabumi,” ujar Kang Syahrul di sela-sela acara.
Berakhirnya road show di Kecamatan Baros ini menandai tuntasnya misi besar Boemi dan BSI dalam menyambangi 7 kecamatan di seluruh Kota Sukabumi. Meski road show telah resmi ditutup, semangat menjaga bumi yang telah ditanamkan di hati warga Sukabumi baru saja dimulai. Melalui sinergi luar biasa ini, Restoe Boemi, Bank BSI, dan seluruh mitra yang terlibat telah meletakkan fondasi yang kuat untuk peradaban tata kelola sampah yang modern, bernilai, dan berkelanjutan demi masa depan Sukabumi yang lebih lestari.
Ahmad Sastra




